Guru dan Pola Pikir

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Saya sering menghabiskan waktu mendengarkan kuliah Sadhguru (guru Yoga terkenal dari India). Dia banyak memberikan kuliah di kampus top dunia bahkan juga di PBB. Nasehat2nya sangat mencerahkan. Ajarannya bebas agama, untuk semua kelompok. Jadi bikin addicted.

Dia bicara soal hidup, soal kesehatan, soal lingkungan..semua dalam kerangka bagaimana kita live the life...
Mengutip Sadhguru: tiga tugas yang kalau dibisniskan akan membuat kehiduan mengalami degradasi yang berbahaya, yaitu pendidikan, kesehatan dan spiritual.

Jika orang membisniskan kesehatan maka itu sangat berbahaya. Orang rela menyerahkan hidup dan mati kepada dokter atau rumah sakit tapi jika para tenaga kesehatan melihat rugi laba itu tidak pas. RS memang butuh komersial agar bisa jalan tetapi para dokter dan tenaga kesehatan harus mengerjakan tugasnya dengan kesungguhan dan dengan hati. 

Tidak boleh bekerja seperii pekerjaan lain. Maka ketika orang memilih bidang kesehatan dia harus berpikir bahwa pekerjaan itu sangat2 istimewa, pekerjaan yang penuh pengabdian dan tanggungjawab.
Tidak beda jauh para pekerja di bidang pendidikan. Orang menyerahkan anaknya untuk dididik untuk menjadi manusia yang berpengetahuan dan manusia baik.

Para guru harus mendidik murid dengan sungguh2 dan dengan hati. Tidak cukup seperti mengerjakan pekerjaan lain. Pekerjaan guru adalah pekerjaan mulia.

Selanjuya adalah pekerjaan yg berkaitan dengan tugas spiritualitas. Ini menentukan cara pandang seseorang di luar hal2 material. Maka para guru spiritual termasuk para pendeta, atau ustadz tidak boleh sembarangan mengerjakan pekerjaannya. Ajaran kebaikan harus disampaikan dan tidak boleh berpikir bisnis. jangan sampai ajaran digadaikan karena pengaruh uang.
Mungkin begitu yang dimaksud Sadhguru.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Tuesday, July 14, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: