Gunakanlah Kata Lonte Sebagaimana Mestinya

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Jangan gunakan kata LONTE yang tidak sesuai pada tempatnya. Emang dia tempatnya dimana ?
Di benak kepala Soni dan keluar meloncat dari mulut Soni ? Sony merek elektronik ?
Bukan. Merek ustat-ustatan. Brandnya Mahir Teletabis. Kemudian keluar kata itu lagi di majelis Mulia Maulid Nabi. Oh negeriku, reality show ini haruskah sampai begini ?

Di dunia realitas hakiki tak ada lonte. Lonte hanya ada dalam benak. Lonte hakikatnya tidak riil. Al Quran hanya menyebut zani dan zaniyat. Pezina lelaki dan pezina perempuan.
Diluar ikatan syah perkawinan, namanya zina. Selengkuh kah. Jajan diluar kah. Suka sama suka kah. Pacaran lewat batas kah. Laki laki kah. Perempuan kah. Dianggap sama : pezina.

Kang Mat : Menikah itu sama dengan makan daging ayam.

Bung Cebong : Kok bisa ?
Santri Kalong : Daging ayam kalau disembelih tanpa menyebut nama Tuhan, daging itu tidak halal dikonsumsi. Begitu juga daging sepanggal, kalau ada akad nikah jadi halal. Kalau asal hantam saja dilarang. Berarti ucapan lah yang membedakan kedua daging jadi halal dikonsumsi atau tidak. Dagingnya ya sama-sama daging.
Ucapan itu simbol motifasi. Motifasi lahir dari keyakinan. Iman.

Bung Cebong : Berarti kata LONTE yang konotasi, asosiasi dan persepsinya tertuju khusus perempuan, itu budaya Ketidak-adilan.
Tak mungkin ada perempuan LONTE jika tidak ada laki-laki LONTE yang membelinya.

Jadi salah kaprah hegemoni mazhab maskulin terhadap feminim. Bahasa LONTE adalah persekusi kebudayaan yang lebih mengerikan. Pelakor ada tapi Pebinkor (Perebut bini orang) tidak muncul. Gerwani yang menyilet-nyilet tubuh jenderal dan menyambutnya dengan tarian telanjang. Bukan Gerlakni, (gerakan laki-laki Indonesia).
Dan otak kita dipaksa menerima semua ketidak-benaran ini dalam waktu lama. Dan tak seorang pun hendak meluruskan semua kata yang ambigu di negeri ini. Cobalah bahas tuntas ambiguitas. Apotik jual obat kan biasa-biasa saja. Itu terjadi sejak dulu dan bukan kehinaan.

Ada PSK (pekerja seks komersial) untuk wanita. Tapi tak ada PSK (pelanggan seks komersial) untuk lelaki.

Menuding wanita tunasusila. Tapi Susilo yang bawa ikan tuna sembarangan dibiarkan, tidak digubris.

Dul Kampret : Sejauh saya dengar dan baca, di riwayat Islam ada kisah LONTE masuk surga karena menolong anjing kehausan dengan penuh belas kasih. Tuhan memberi apresiasi pada amal LONTE itu, karena seekor anjing pun adalah mahluk Tuhan. Siapa mengasihi makhluk, pemiliknya tidak akan diam. Pasti akan membalas pula dengan kasih. Dia yang Maha Pengasih tidak akan diam diri, untuk dikalahkan oleh para pengasih dari kalangan makhkukNya.

Yang salah lonte itu mengasihi laki orang. Sehingga laki-laki itu tidak pulang ke keluarganya. Gajinya habis di lokalisasi. Keluarga di rumah makan nasi kosong. Sedangkan dompet juga kosong. Seorang bapak pulang mabuk pukul istri. Anak-anak berhenti sekolah karena malu belum bayar SPP, orang tuanya sering bertengkar dan pulang mabuk. Itulah kalau taruh belas kasih salah sasaran. Taruh saja di anjing haus jangan di buaya darat.

Cerita di Injil juga membela perempuan jalang. Bahkan Nabiyullah Isa kakinya dibasuh oleh minyak dan air mata tobat penyesalan seorang perempuan kaliabo.

Agama selalu adil. Tapi umatnya belum tentu.

Pace Yaklep : Jadi kapan kita gunakan kata LONTE sebagai mana mestinya ?

Kang Mat : LONTE itu kata yang zalim. Ia hanya akan keluar dari mulut kezaliman. Maknanya ambigu. Tafsir setiap orang bisa beda. Bergradasi. Namun saya tidak tertarik bahas ini. Ada tema lain yang lebih besar dari LONTE. Yakni ketika zaman mengganti peran Pahlawan dari Jokowi ke Nikita Mirzani.

Bung Cebong : Kang Mat terlalu mengada-ada. Itu terlalu dibesar-besarkan.

Mang Kardun : Lihat folower Nikita di IG. Sepuluh jete lebih men. Minimal dia bisa lawan Anies di Pilkada DKI. Ayo PSI usung dia, sebelum kau jadi anggota resmi Oligarki ini.

Kang Mat : Kata LONTE adalah persekusi untuk kaum wanita Indonesia, agar generasi yang dilahirkan dari rahimnya lemah. Dan bangsa ini akan makin melemah. Mereka makin menghianati penderitaan rakyatnya. Kita lihat saja episode berjalan ini.

Angkringan

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Saturday, November 21, 2020 - 23:45
Kategori Rubrik: