Gugatan Ke MK Buat Apa?

ilustrasi
Oleh : Jane Kurnadi
 
Baiklah.. ini status kebanyakan kerjaan, bukan kurang kerjaan.. Jadi perlu ditumpahkan sedikit buat kesehatan jiwa.
 
Saya relawan kawal pemilu, sejak tgl 17 April saya sudah mereview dan digitasi lebih dari 48 ribu data, alias sekitar 24 ribu TPS. Sebetulnya biasa aja, ini dilakukan disela pekerjaan rutin saya, nyulam, njahit, bikin quilt, masak, temen curhat anak, ngurusin retret meditasi dan sedikit bergaul.
 
Iya bergaul jadi sedikit memang.. kadang kangen juga ngobrol toyor2an ga jelas di group. Baca berita hampir gak sama sekali, baik berita abal2 maupun beneran.. segala info kelewatan. Bagusnya memang lebih fokus, karena semua padat merapat kalo saya meleng bisa berantakan semua.
 
Di rumah, kedua anak saya bantu digitasi juga di waktu senggang mereka. Kenapa mereka saya libatkan? Selain karena mereka bersedia, saya kepingin mereka melihat proses pemilu ini secara langsung. Mendidik mereka jadi orang yang pro pada data dan bukan pada isu2 belaka. Mereka jadi ngerti dan punya empati, bagaimana demokrasi itu sesuatu yang mahal dan harus dirawat dengan akal sehat. Bukan emosi dan kepentingan sesaat.
 
Agapitus Rustriwidodo jadi petugas KPPS yang baru selesai dan sampai rumah jam 1.30 pagi padahal besoknya harus meeting di kantor. Kami sekeluarga jadi mengerti, mengalami proses demokrasi yang kita jaga di republik ini.
Untuk yang merasa pemilu ini curang dan apapun istilahnya. Jawaban saya sederhana.. buktikan, tunjukkan, kumpulkan dan laporkan.
Dari puluhan ribu TPS yang saya review, yang saya lihat adalah semangat demokrasi yang jujur dan adil, dengan segala keterbatasan kemampuan maupun pengertian. Kesalahan tentu ada, namanya manusia.. suami saya juga mabok waktu harus menghitung dan merekap sampai lewat jam 12 malam.
 
Masalah banyak sekali, ruang perbaikan tentu saja luas. Misalnya penekanan kemampuan calistung pada pendidikan dasar. Sederhana aja ga usah muluk2.
 
Saya ga ambil pusing, siapa yang nanti dilantik jadi presiden. Sekarang saja selisih suara sudah sekitar 15 juta. Coba buktikan kalau yg 15 juta itu curang. Jangan ketidak senanganmu membuat kamu jadi bodoh dan julid. 
 
If you don’t count, you don’t count
 
Sumber : Status Facebook Jane Kurnadi
Saturday, May 25, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: