Gubernur Yang Terjajah

Ilustrasi

Oleh : ABhumi

Apa yg terjadi d Tanah Abang membuatku berpikir.

Apa sih? Yg salah dengan Anies? Mengapa solusi yg d hasilkan malah seperti gali lubang tutup lubang? Mengatasi masalah dgn masalah? Mengapa solusinya begitu counter intuitive, begitu janggal? Seolah2 Tanah Abang, pedagang, PKL, preman, sopir angkot, ojek dan Jakarta adalah kelinci percobaan thesisnya yg belum lolos meja sidang.

Yg terlihat adalah, Anies berusaha berpikir out of the box. Menciptakan sesuatu yg baru, yg belum pernah d pikirkan para pendahulunya. Terutama Ahok.

Sepertinya Anies sebisa mungkin berusaha menghindari solusi yg pernah d tempuh Ahok. Kalaupun tdk ada jalan lain, kalaupun hrs sama,.. Anies akan ciptakan nama baru, istilah baru, sebutan baru untuk hal yg pernah Ahok lakukan agar terlihat beda.

Rumah Lapis => Rusun
Penggeseran => Penggusuran
Naturalisasi => ???

Masalahnya, sebagian besar best practices dalam menghadapi masalah sudah d jalani Ahok. Sehingga Anies kesulitan mencari jalan yg berbeda, yg lebih baik dari Ahok.

Out of the box katanya, but it's the same box that has been an obstacle for every governor before u for decades.

Mengapa begitu ragu dan canggung bila untuk meneruskan yg sudah jelas2 baik? Hanya krn tidak suka pendahulunya? Mengapa hrs ciptakan kosa kata baru? Tidak seluruh Indonesia cukup tolol untuk percaya Rumah Lapis adalah inovasi baru yg mutakhir dunia property.

Kemerdekaan Jakarta? Omong kosong besar, selama pikiran dan hati sang Gubernur masih terjajah.

(kwek)

Sumber : Status ABhumi

Wednesday, December 27, 2017 - 14:00
Kategori Rubrik: