Gubernur Dan Bendera Asing

ilustrasi

Oleh : Tika Sinaga

Jadi ceritanya tgl 1 Juni kemarin, di WA Group Kelurahan, kami dikejutkan dengan Laporan mengenai warga RW tetangga (satu kelurahan dengan RW saya) yg memasang Bendera Timor Leste di depan rumahnya.  Dalam hitungan detik beberapa orang termasuk saya bereaksi di group meminta pihak yang berwenang mendatangi rumah itu.

Saya bahkan mengingatkan sangsinya sesuai UU. Dalam hitungan menit Bimas (POLRI) , Babinsa (TNI), dan Pengurus RT/RW setempat mendatangi pemilik rumah. Menurut pengakuan pemilik rumah ia memasang bendera itu tujuannya menutupi tembok pagarnya yang bolong. Aneh juga karna harusnya pakai kain lain bisa. Ia juga mengakui kalau anaknya memang memiliki hubungan emosional dengan Timor Leste karna pernah  menjadi voluntir atlit olahraga di Negeri itu. Singkat kata si pemilik rumah diedukasi habis-habisan (coba lihat wajah serius para aparat yang mendatangi rumah itu di foto. Tak ada yg cengengesan kan?)

Saya terkejut sekali pagi ini melihat foto Gubernur dengan Bendera Palestina di pawai takbirannya. Terkejut sekaligus sedih karena sebagai pimpinan harusnya Gubernur  melarang adanya bendera negara asing dan memberikan contoh baik kepada rakyat Jakarta. 
 
Kalau dengan alasan "Mendukung Palestina" kita boleh bawa-bawa/ kibarkan bendera Palestina, berarti setiap orang di negeri ini boleh bawa bendera manapun dengan alasan "mendukung"

Sumber : Status Facebook Tika Sinaga

 

Thursday, June 6, 2019 - 17:30
Kategori Rubrik: