Gratis, Pak. Semua Dibayar BPJS

Oleh: Denny Siregar

 

Kalau pengen dengar kisah-kisah yang menyentuh hati, tulislah tentang BPJS.. 

Maka seabrek pengalaman orang yang menggunakan, akan mengelus hati kita yang keras. Mulai dari yang cuci darah, sakit jantung, diabetes sampai urusan patah kaki, mereka dengan berlinang airmata akan memberikan pengalamannya. 

 

Bukan pengalaman sakit, tetapi pengalaman saat mereka harus berhadapan dengan tagihan ratusan juta rupiah, yang pasti tidak akan mampu ditanggung. Dan ketika pada akhirnya pihak RS berkata, "semua sudah dibayar BPJS.." luruhlah semua kesombongan di dada.

BPJS benar-benar sosok malaikat yang ada di bumi. Mungkin apa yang saya katakan ini berlebihan, tapi tanyalah pada mereka yang pernah menggunakan. Merekalah saksi2 mata yang sebenarnya. Bukan Fadli Zon, bukan Din Syamsudin, apalagi Agus Yudhoyono yang sejak kecil sudah bergelimang dengan kelebihan.

Saya tahu, tidak gampang seorang Jokowi harus menandatangani kenaikan iuran. Dia pasti paham beban berat yang harus ditanggung rakyat. Tapi kalau iuran tidak dinaikkan, maka BPJS - sang malaikat penolong itu - akan runtuh karena beban yang terlalu berat. Defisitnya sampai belasan triliun rupiah setiap tahun. 

BPS tentu tidak sempurna. Ia dibuat baru-baru saja, dan sistemnya terus menerus dibenahi sampai ketemu model yang terbaik. Tapi tentu itu tidak mengurangi kebaikan-kebaikan yang pernah ia lakukan, terutama pada orang2 yang pernah ditolongnya.

Dan dibalik BPJS, ada kita, ada anda, yang paham bahwa ini model gotong royong di bidang kesehatan. BPJS bisa dibilang sebuah wadah kebaikan tempat kita menabung amal, disaat kita sedang sehat dan berkecukupan. 

Ini seperti arisan berantai, dimana yang menarik arisannya adalah mereka punya masalah kesehatan dan tidak punya uang. Dan kita berdoa, jangan sampai kita yang menarik arisannya, karena itu berarti kita sedang punya masalah besar. 

Tetapi kalaupun itu yang terjadi, kita sudah merasa aman karena ada saudara2 kita yang sudah ikhlas menyisihkan pendapatannya setiap bulan untuk menolong kita membayar tagihan..

Bersyukurlah pada Tuhan, karena kita masih ditempatkan pada sisi orang yang membayar iuran, bukan pada sisi orang yang menggunakan. 

Mungkin kelak, ketika tiba waktu kita menggunakan karena harus cuci darah dengan tagihan ratusan juta rupiah, tubuh kita akan jatuh terduduk, dengan airmata berlinang dan mengucap syukur sedemikian banyaknya, ketika pihak RS berkata,

"Gratis, pak. Semua sudah dibayar BPJS.."

Seruput kopinya, kawan..

(Sumber: Facebook Denny Siregar)

Monday, May 18, 2020 - 05:00
Kategori Rubrik: