Gp Ansor Minta Maaf , Exit Strategy Yang Cerdas

Oleh : Budi Setiawan

Kita sambut baik langkah GP Ansor meminta maaf atas insiden pembakaran bendera. Memang itu yang kita harapkan sejak awal. Organisasi pemuda dibawah payung NU ini memang tidak bisa berbuat lain.

Tangkisan demi tangkisan dengan jurus pembenaran disana-sini tidak berhasil memadamkan kecaman yang datang bertubi-tubi. Malahan terlihat konyol. Semburan kecaman tidak hanya dari kubu lawan, seperti HTI dan golongan Islam geblek. Melainkan juga pemerintah dan MUI.

GP Ansor akhirnya sadar bahwa titik api insiden tersebut sedemikian membahayakan. Tak kurang menteri Wiranto sampai turun tangan juga polisi dan MUI. Semuanya berusaha meredam agar titik api tadi tidak membakar ketentraman, kestabilan dan keamanan nasional.

Jika HTI dituding sebagai pentolannya. Maka itu sangat wajar. Memanglah demikian tujuan organisasi sialan itu dimana-mana. Memecah belah bangsa dengan isu agama untuk membangun khilafah. HTI lewat insiden pembakaran bendera Tauhid berhasil membuat gerombolan islam geblek sumbu pendek mendapatkan ruang.

Contohnya, aksi demo di Solo berlangsung panas karena gerombolan mereka berusaha memprovokasi Pagar Nusa untuk menghajar mereka. Untung saja itu tidak terjadi.

Selain HTI, insiden pembakaran di Garut itu juga dimanfaatkan untuk menggoyang kredensial dan wibawa Ma’ruf Amin sebagai cawapres. Kubu lawan Jokowi yang kehabisan bahan bakar untuk membohongi rakyat lewat ikatan pete, mendapat peluang meraup dukungan dari Islam radikal. Apalagi Jawa Barat adalah lumbung suara terbesar setelah Jawa Timur. Basis Islam tradisional di propinsi ini tidak bakal menerima penjelasan apapun soal insiden pembakaran bendera. Namun mereka menerima pertobatan.

Upaya minta maaf dan proses hukum yang diberlakukan pada tiga tersangka diharapkan bisa meredam potensi goyangan keras terhadap pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin.

Ini Langkah mundur GP Ansor beberapa langkah kembali ke garis normal yang menyelamatkan dirinya sendiri dan banyak kemashalatan.

Tanpa mengendorkan penegasan bahwa HTI adalah dalang pengibaran bendera Tauhid untuk tujuan provokasi yang pastinya akan membuat pemimpi khilafah itu mati langkah. Gerombolan Islam geblek yang tadinya garang dan bisa ereksi jadi impoten kembali.

Ini exit strategy yang cerdas.

Sumber : facebook Budi Setiawan

Friday, October 26, 2018 - 17:45
Kategori Rubrik: