Golkar Mulai Berkelakar

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Drama picisan yg digelar SN memasuki babak baru, yg ini sedikit lebih berani menahan sakit. Kalau yg lalu cuma kesepakatan selang dan rumah sakit, yg ini agak besar dan diluar alat rumah sakit, tiang listrik di ajak kerjasama, entah berapa pula PLN menerima imbalan percandaan nan edan ini.

Kelicinan SN untuk mengelabui hukum di Indonesia memang sudah bukan rahasia, belasan kasus dia bisa tebas tak berbekas, sampai orang-orang setiap melihat SN berperkara bisa duluan putus asa karena dia bisa bebas kapan saja. Drama tiang listrik naik jadi tersangka ini bakal menyajikan debat baru, karena setingannya SN gejala geger otak, ujungnya nanti urung di periksa karena sulit bicara dan sudah banyak yg lupa.

 

 

Begitu lucunya kejadian ini, banyak kejanggalan terbaca. Mereka para pembela dan kolega lupa bahwa sosmed ini tidak bisa lagi diajak kompromi. Urutan dan korban kejadian lucu menggelikan, kapan SN punya mobil Fortuner, Nopolnya tidak tercatat di Polda Metro, dan terakhir mobil itu dibeli Rp.279 juta. Kalaululah semua ini nyata alangkah hinanya mereka yg ada disekitarnya. Kalau SN sudahlah kan dia memang lahir untuk mengenyam akhlak yg rusak, dalam usia 62 tahun sulit untuk dikembalikan ke posisi kebaikan akhlak, satu-satunya cuma Tuhan yg berhak.

Kaum poli-tikus yg rakus memang selalu bicara halus, namun bejadnya luar biasa menghajar apa saja. SN sebagai Ketum Golkar, sebagai Ketua DPR dengan prilaku seperti itu dia ibarat nila setitik merusak susu se-ember yg diletakkan di Senayan, dua lembaga besar itu dikorbankan hanya untuk melindungi satu orang yg bersirkus-rakus mencelakakan negara, disanalah kita melihat bagaimana kualitas partainya dan teman-teman yg mempertahankan SN di Senayan. Lembaga mulia walau kurang bermakna ini makin merana saja, karena isinya adalah orang-orang amoral yg minta penuh di bayar, Golkar partai besar mulai berkelakar, dan hebatnya mereka masih bermulut besar padahal kualitasnya tidak sebesar suaranya, Indonesia diambang bahaya dirusak oleh keberadaan partai penggunting dalam lipatan. Alih-alih bisa diajak kerjasama, pemerintah sedang membangun mereka jadi penyamun.

Inilah konsekwensi negara yg menerima keberadaan partai asal-asalan dan nafsunya kekuasaan, sehingga mereka jadi berangasan karena moral tidak dijadikan landasan. Golkar partai besar yg 32 thn menguasai Indonesia tanpa saingan, partai penekan kebebasan ini telah menjadikan kekuasaan sebagai mazhab sehingga mereka gagap dalam bersikap karena sesungguhnya Indonesia harus dibangun bukan dijadikan lahan penyamun, sayang mereka telah mengidap auto imun, kekebalan tubuhnya berbalik menyerang kedalam menjadikan banyak penyakit yg menjangkit, wajar kalau kita lihat banyak penyakit dan isinya orang-orang sakti tapi sakit.

# Golkar pembohong besar.

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Friday, November 17, 2017 - 23:00
Kategori Rubrik: