Gile Lu Ndro el Albert, Ulama Koq Ditusuk

ilustrasi

Oleh : Prasetyo BoediFrast

Di film Warkop DKI ada adegan sebuah Ambulan Rumah sakit Jiwa yang sedang mengganti ban dan secara tidak sengaja sang sopir menendang 4 bautnya masuk selokan dan hilang semuanya. Si Sopir teriak panik waduh gimana bisa masang ban-nya? nggak tahu apa karena panik atau bego beneran sang sopir tidak dengan cepat memecahkan maslhnya. Sampai kemudian salah satu pasien nyaranin gini, "Bang copot tuh satu2 baut di 3 roda lainya pasang di roda yang satunya, entar kalau ada toko baut beli lagi 4 dan pasang" (gitu kira2 dialognya ).

Dan kemudian " Si supir langsung lega. " Pintar juga loe. Tapi, kenapa loe bisa masuk rumah sakit jiwa sih?"
Pasien itu menjawab, "Hallowwwww!!! Pliiiis deh! Kita ini cuma gila, bukan bego kayak loe!".

Saya kira percakapan itu hanya akan terjadi di film humor Warkop DKI saja--- eh..eh jebulnya saat ada kasus penusukan Syekh Jaber di medsos, percakapan "slapstick" gitu ternyata betul2 terjadi di era milenial ini.

Di medsos ada yang nulis gini, mosok orang gila main laptop?mosok orang gila punya akun instagram dan Facebook? mosok orang gila main gitar? makan bakso , pakai baju bersih yang parah lagi ada yg ngomong mask orang gila nusuk ulama?? -----Damn!!! ini era milenial kok sampai ada "orang waras" nulis gitu.

Orang gila itu tidak harus bego !! di film beatiful mind mengisahkan kisah biografi orang skizofernia yang ahli matematika, di dunia nyata adapula orang gila yang hapal banyak ayat2 qur'an, disemarang bahkan ada pengidap skizofernia yang udah puluhan tahun hapal ayat2 qur'an dan jadi lulusan terbaik sebuah ponpes di Jogja bahkan bisa lulus kuliah dari sebuah Institut Agama Islam Negeri (namanya Ahmad Fauzi).

Di atas disebut bahwa kita cuma gila tapi bukan bodoh.Ya mereka itu masih manusia yg memiliki pikiran yg sama dengan orang yg normal .Mereka juga bisa berjalan selayaknya orang berjalan.Mereka juga makan sebagaimana kita makan. Mereka secara IQ masih bisa diandalkan.Ada satu orang yg seperti mereka bahkan bisa ajari anak SD bahasa Inggris.Ya mereka cuma GILA tapi tidak bodoh. Lalu apa yg dapat ditarik dari cerita di atas.

Orang gila itu tahu apa yg dikatakan orang ttg dirinya tetapi memang mereka tidak mampu kelola konflik bathin yg mereka derita sehingga mereka sewaktu waktu lepas kendali.Mereka teriak teriak atau juga tertawa tawa tanpa sebab yg terlihat.Mereka kadang tak terduga tindakannya.Secara fisik mereka normal tapi karena mereka sudah tidak mau ikuti norma yg berlaku maka banyak hal yg mereka tidak patuhi lagi seperti mandi atau berbaju.
Inilah keadaan orang GILA yg tidak BODOH.

NB ; Klau ada rekam jejak 4 tahun lalu pernah jadi pasien Rumah sakit jiwa apa masih perlu di bantah jika si Albert eh Alpin itu benar sakit jiwa --- sakit jiwa bisa kumat2an lho.

Sumber : Status Facebook Prasetyo BoediFrast

Wednesday, September 16, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: