Gila, Lapindo Mau Nge-bor Lagi

Oleh : Asep Bahtiar Pandeglang

Lumpru Lapindo (2006) telah menyemburkan lahar panas di Lokasi pengeboran PT Lapindo berantas Inc, yang telah menghancurkan nasib masyarakat di tiga kecamatan kawasan pemukiman pertanian dan perindustrian dan mempengaruhi aktivitas perekonomian Sidoarjo. menyebabkan evakuasi puluhan ribu jiwa, hampir 10.426 unit rumah terendam lumpur, lahan dan ternak juga terkena serbuan laharnya yang panas, meruginya lahan tebu seluas 200 hektar, 30 pabrik terpaksa dihentikan akibat tergenang lumpur, empat kantor pemerintah juga tak berfungsi termasuk sarana tempat ibadah, sekolah SD SMP dan masih banyak kerugian yang dialami akibat semburan lumpur panas Lapindo.

Baru-baru ini, sebuah berita mengagetkan datang dari Sidoarjo, PT Lapindo Berantas menegaskan rencana mereka untuk melakukan aktivitas kembali pengeboran sumur gas baru dikecamatan Tanggulangin Sidoarjo, Tri setya selaku Direktur PT Lapindo Berantas mengaku sudah mengantongi ijin dari Bupati Sidoarjo, Syaiful Illah yang mempersilakan pihak Lapindo Brantas melanjutkan rencana pembukaan dua sumur baru di kawasan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Meskipun penyelidikan Kepolisian terkait kebocoran pipa gas pada 2006 lalu belum menemui titik terang.

 “Tahun 2010, saat saya menjabat wakil bupati, PAD Sidoarjo Rp250-an miliar. 2015, naik menjadi Rp1,5 triliun, Ini kan potensi sumber daya alam yang besar, pastinya kita akan kaya.” (Syaiful Illah)

 Saiful Ilah menganggap upaya menghalangi pengeboran sumur baru tidak murni dilakukan warga Sidoarjo, melainkan oleh pihak lain diluar Sidoarjo dengan segala improvisasi dan provokasinya.

“Nanti kita beri penjelasan ke warga, kalem-kalem (pelan-pelan). Warga memang trauma, tapi penolakan ini sepertinya bermuatan politik atau saingan bisnis.” (Syaiful Illah)

Warga Desa Glagaharum dan sekitarnya yang tergabung dalam korban Lapindo menggugat bahwa mereka masih trauma dengan semburan Lumpur panas tersebut, beruntung Gubernur Jawatimur Soekarwo secara tegas menghentikan semua aktivitas pengeboran sumur maupun ekspolari demi terjaganya situasi yang aman bagi masyarakat sekitar.

 “saya sebelumnya sudah meminta semua aktivitas dihentikan, untuk memberikan rasa aman masyarakat.” (Soekarwo)

Tentunya dengan melihat derita yang dialami masyarakat sekitar, setidaknya pemerintah kapubaten Sidoarjo tidak gampang memberi ijin kepada semua perusahaan pengeboran lumpur mengingat semburan lumpur Lapindo sudah banyak menimbulkan masalah bagi masyarakat sekitar.

Yang menjadi pertanyaan : KENAPA bupati Sidoarjo Saiful Ilah begitu ngotot memberi wewenang dan ijin kepada perusahaan Lapindo berantas untuk melakukan pengeboran ? apakah Saiful Ilah tidak melihat betapa masyarakat sangat menderita akibat luapan Lumpur Lapindo? kalau alasannya agar pemerintah daerah Sidoarjo bisa kayaraya, kenapa mesti kembali dengan jalan pengeboran migas? kenapa tidak lewat jalur lain seperti membuka perusahaan pembuatan genteng dan bata yang terbuat dari limbah lumpur Lapindo? selain membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat tentunya bisa mengurangi Kapasitas luapan lumpur. beberapa pertanyaan tersebut tentunya perlu dijawab oleh Bupati saiful ilah, tidak hanya memikirkan KEKAYAAN PEMDA tapi juga dampak negatif yang nanti akan ditimbulkan bagi masayarakat sekitar. Semoga Si Bupati Mikir..!!** (ak)

Sumber tulisan : kompasiana.com

Sumber foto :kaskus.co.id

 

Monday, April 11, 2016 - 10:30
Kategori Rubrik: