by

Gibran

Oleh : Muhamad Abdulkadir Martoprawiro

Beberapa rekan menulis di grup, sebaiknya Gibran berkata tegas, bahwa dirinya tidak akan jadi cawapres. Kalau tidak sekarang, akan terlambat. Namanya akan sudah jatuh, walau akhirnya tidak menjadi cawapres.

Banyak yang setuju di grup tersebut, tapi saya berpendapat lain.

Seorang yang baik tidak peduli dengan nama dirinya. Tidak masalah dirinya dianggap buruk, asalkan kebaikan-kebaikan yang diperjuangkannya, bisa terwujud, dan pada akhirnya bisa menjadi bola salju kebaikan, yang menggusur semua keburukan dan kebusukan.

Sebagai Walikota Solo, Gibran adalah pekerja keras. Saat ini, Solo bertumbuh dengan cepat. Gairah bisnis menguat, karena fasilitasi yang diberikan. Tidak perlu dikatakan, cukup diwujudkan.

Kebaikan diperjuangkan, tidak dengan melawan keburukan, tapi dengan menguatkan kebaikan. Saya ingin Gibran, Kaesang, dan keluarga Jokowi, tetap seperti sekarang. Tidak peduli dengan citra diri, tapi lebih peduli denganj kerja-kerja untuk kebaikan. Tidak melawan keburukan, tidak mencegah kesalahan, tapi menguatkan kebaikan untuk akhirnya kebaikan itu tidak mampu lagi dihancurkan oleh kebusukan.

Gibran tidak usah bicara. Ciri orang baik adalah orang yang tidak merasa perlu untuk bicara, apalagi cuma demi citra kebaikan.

Dia sudah bicara sebelumnya, dan itu cukup.

Ke depan, kita memerlukan pemimpin yang fokus pada kerja untuk rakyat, dan tidak mudah dipusingkan dengan isu yang beredar. Kita memerlukan pemimpin yang tidak mudah diganggu, dan memerlukan rakyat yang tidak mudah digiring.

Kegelapan tidak bisa dilawan dengan kegelapan. Kegelapan hanya bisa dilawan dengan cahaya, cahaya kebaikan.

Fokuslah dengan kebaikan, abaikan keburukan, karena keburukan dan kecurigaan itu sangatlah lemah. Kekuatan ada pada kebaikan.

Bahkan kalau akhirnya BENAR, Gibran menjadi cawapres Prabowo, bagi saya tetaplah tidak berarti, Jokowi kehilangan integritasnya.

Saya tidak mau digiring untuk menerima ukuran-ukuran benar dan salah, yang ditetapkan oleh politisi. Bahwa kalau keluar dari partai, adalah pengkhianat. Bahwa satu keluarga, harus ada dalam satu partai. Dan banyak lagi.

Saya adalah rakyat biasa, yang mengukur baik dan buruk, tidak dari nilai-nilai kepartaian. Saya mengukur baik-buruk dari nilai-nilai kemanusiaan.

Dan Jokowi telah berjuang di bawah naungan nilai-nilai kemanusiaan, untuk membantu rakyat yang termiskinkan, tertindas, tarabaikan, dan terlupakan. Jokowi juga melakukannya lewat perhatian pada daerah-daerah di luar Pulau Jawa.

Bagi saya, tidak ada setitik nilapun yang dapat merusak kebaikan-kebaikan Jokowi yang sebelanga. Dan bukan hanya sebelanga, tapi se-Indonesia.

Setelah berkah kita terima dengan kehadiran Jokowi, siapa yang bisa hadir setelah Jokowi, untuk juga menjadi berkah bagi Indonesia? Jelaslah, harus berupa sosok yang memiliki berbagai kriteria seperti Jokowi.

Jokowi adalah manusia pertama, yang bukan dari elit penguasa seperti Keluarga Cendana, bukan elit politik seperti Megawati, bukan elit pengusaha seperti Aburizal Bakri atau Surya Paloh, bukan elit militer seperti Prabowo atau SBY, bukan elit agama seperti Amien Rais atau Gus Dur, bukan elit bangsawan seperti Sri Sultan atau keluarga Djojohadikusumo, juga bukan elit birokrat. Tapi Jokowi akhirnya menjadi presiden, tanpa membawa kebusukan elit di balik kepura-puraan.

Kalau Anda sudah memiliki pilihan untuk Pilpres 2024, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah ybs. memiliki kriteria seperti Jokowi? Apakah dia berasal dari rakyat kebanyakan, yang tidak hdiup dalam kemudahan elitis, sehingga bisa memahami penderitaan rakyat, dan akan berjuang untuk rakyat?

Coba tanyakan juga, apakah ia mampu menghadapi “shadow oligarchy”, yaitu sekelompok manusia Indonesia, yang selama ini menggadaikan alam Indonesia? Di tangan Jokowilah, Indonesia mulai bergerak dari negara makelar, menjadi negara yang memberikan nilai tambah pada kekayaan alam Indonesia.

Pastikan yang Anda pilih, punya kemampuan untuk melawan “shadow oligarchy”, sekaligus membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Pastikan ia meneruskan usaha memberi nilai tambah bahan alam Indonesia. Pastikan ia mampu membuat Indonesia menjadi pusat peradaban dunia di masa depan, lewat penghargaan atas bangsa-bangsa.

Sumber : Status Facebook Muhammad Abdulkadir Martoprawiro

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed