Ghiroh Sableng 212

Ilustrasi

Oleh : Agus Salim

Menjelang acara reuni 212 tiga ormas islam terbesar dan terkuat yakni NU, MUHAMADIYAH dan MUI dengan tegas melarang jama'ahnya ikut aksi reuni 212 karena di anggap tidak bermanfaat dan sudah bukan rahasia lagi merupakan agenda politik pesanan elit tertentu, artinya sudah tidak bisa di bohongi lagi "pakai" aksi bela agama atau acara keagamaan yang menuntut keadilan, mengingat semua tuntutannya sudah terpenuhi dari tuntutan ahok di penjara hingga tuntutan memiliki gubernur muslim.

Agenda alumni 212 ini sudah bukan lagi soal penista agama, bela islam atau selamatkan jakarta dari pemimpin kafir, melainkan sudah pindah kiblat ke pilpres 2019 mendatang, namun tetap dalam bungkus yang sama yaitu AGAMA, karena cara ini paling ampuh untuk membodohi orang awam khususnya umat islam dengan bumbu jihad dan iming-iming syurga, seperti yang di katakan ibnu rusdy "JIKA KAMU INGIN MENGUASAI ORANG BODOH BUNGKUSLAH KEBATHILAN DENGAN AGAMA".

Terbukti, di perlakukan seperti apapun mereka tetap pasrah, uangnya di korupsi pasrah asal yang korupsi seiman, janji di ingkari pasrah asal yang ingkar seiman, di khianati pasrah asal yang berlhianat seiman, di bohongi pasrah asal yang membohongi seiman, fakta terbaru adalah tragedi rohingya dan bom mesir, mereka lantang mengutuk pelaku di rohingya tapi bisu dari mengutuk pelaku pembantaian di mesir, karena pelaku yang di mesir seiman, sesimpel itu.

Agenda pilpres 2019 nanti isu yang di hembuskan bukan lagi TOLAK PEMIMPIN KAFIR mengingat jokowi adalah muslim, bisa jadi isu yang akan di hembuskan untuk membodohi umat islam adalah JOKOWI ANAK ALIEN, atau JOKOWI ANTEK ASENG, dll. Yang penting umat islam bahlul tadi benci jokowi seperti membenci ahok agar suaranya beralih ke majikan, bos, donatur dan dalang mereka.

Sableng dalam beragama itu hanya akan membuatmu menjadi golongan yang merusak namun merasa beramar ma'ruf dan berjihad.

Sumber : Status Facebook Agus Salim

Friday, December 1, 2017 - 12:45
Kategori Rubrik: