Ghirah Yang Salah

ilustrasi

Oleh : Gusti Arya Subrata

Mashal Khan diseret keluar dari ruangan kampusnya oleh ratusan mahasiswa lainnya pada April 2017. Dia dituduh menista agama melalui media sosial. Dia dipukul sejadi-jadinya hingga hancur. Dalam kedaaan sekarat, kepalanya ditembak. Merasa tidak puas, ratusan "binatang berwujud manusia" itu memutilasi tubuh Mashal. Dalam rekaman video terdengar jelas, sebagian dari massa itu meneriakkan Takbir.

Mashal adalah seorang mahasiswa muslim bersuku Pastun di Universitas Abdul Wali Khan di Mardar, barat daya Pakistan. Dia memang seringkali memrotes kampus yg tidak dikelola dengan baik, tapi tidak pernah menghubungkannya dengan agama apapun. Terlebih menista agama. Bahkan dalam kesaksiannya di pengadilan, Zubair-teman Mashal, menyatakan di bawah sumpah bahwa Mashal seorang muslim yg sangat taat.

Belakangan ini agama telah kehilangan "ruh" yang paling hakiki pada sebagian orang, yakni kemanusiaan. Inilah efek evolusif dari sebuah timbunan kebencian yang dibangun secara perlahan. Para pendakwah membangun gairah beragama kepada pengikutnya tidak dgn perspektif cinta. Tapi dgn pola menjelekkan pihak lain yang dianggap tak sepaham. Sehingga kecintaan terhadap agamanya sendiri, tercipta karena kebencian kepada pihak lain.

Mashal jelas-jelas seagama, kitab sucinya sama, Nabinya sama, bahkan mungkin madzhabnya pun sama. Tapi masih juga diperlakukan secara keji. Inilah akibat pola pembangunan "ghirah" yg salah tadi.

Dunia dakwah seolah sudah menjadi industri. Semakin banyak pengikut seorang pendakwah, maka semakin tinggi "ratingnya". Dalam keadaan seperti ini, pendakwah seolah komoditi berorientasi pasar. Dia kemudian memanjakan kemauan "pasar" dengan tema dakwah yg cenderung tidak progresif. Sekali melawan arus, dia khawatir kehilangan penggemar. Maka semakin lama, pola kebencian menjadi karakter komunal.

Kita sebagai masyarakat awam, harus berani melawan ini semua. Pendakwah juga manusia yang punya fantasi, obsesi dan kepentingan. Silakan aktifkan "filter" kita dengan pola pikir rasional. Masih banyak pendakwah agama yg Tawaddluk dan berakhlak mulia. Yakni mereka yg masih memegang teguh "ruh" agama paling dasar: "kedamaian dan kemanusiaan".
.
Happy weekend everyone 

Sumber : Status Facebook Gusti Arya Subrata

Sunday, August 25, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: