Ghibah atau Menggunjing Bikin Bankrut di Akhirat

ilustrasi
Oleh : Sumijan
Ghibah adalah menggunjing, menceritakan kejelekan seseorang saat orang yang dimaksud tidak ada dihadapannya.
Ghibah dapat berbentuk ucapan, isyarat, kedipan mata, maupun tulisan ysng mengandung makna penghinaan terhadap seseorang.
Hadist Nabi SAW ketika ditanya tentang ghibah, “(ghibah adalah) engkau menyebut sesuatu yang berkenaan dengan saudaramu, yang jika ia mendengarnya ia tidak suka”,
lalu seseorang bertanya: “wahai Rasulullah, bagaimana jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada saudaraku tersebut..?”
beliau menjawab : “jika apa yang kau bicarakan benar-benar ada/nyata pada diri saudaramu, engkau telah mengghibahnya, tetapi bila tidak, berarti kau telah menuduhnya”
(HR Muslim dan Tirmidzi).
Allah telah menetapkan hukum yang jelas tentang larangan untuk berprasangka buruk dan mencari-cari kesalahan orang lain, sebagaimana firmanNya dalam Al Qur’an:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ - الحجرات : ١٢
Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
(QS. Al Hujurat : 12)
Dari hadist Nabi SAW dan QS Al Hujuraat :12, kita dapat simpulkan bahwa segala sesuatu yang kita bicarakan tentang saudara kita yang ia tidak sukai adalah ghibah.
Meski yang kita bicarakan adalah kenyataan yang benar-benar ada pada dirinya.
Inilah hakikat ghibah. Lebih parah lagi, apabila yang kita katakan ternyata tidak ada pada diri saudara kita.
Dalam hal ini kita telah memfitnah menuduh saudara kita. Tentu, hukumannya lebih keras. Karena ghibah saja disamakan dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati.
Namun disinilah kebanyakan kita tertipu..!
Kita enak saja membicarakan kejelekan seseorang, dengan dalih apa yang kita bicarakan benar. Sebagian kita mengartikan ghibah sama dengan tuduhan/fitnah.
Padahal inilah suatu kekeliruan yang menidurkan kita. Sehingga terhanyut asyik menghujat, menggunjing yang hakikatnya sama dengan menelanjangi seseorang dihadapan orang lain.
Mudah2an kita terhindar dari hal seperti itu.
أتَدْرُونَ ما المُفْلِسُ ؟ قالوا : المفْلسُ فينا من لا درهم له ولا متاع. قال : إن المفْلسَ مَنْ يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة ، ويأتي قد شَتَمَ هذا ، وقذفَ هذا ، وأكل مال هذا ، وسفك دم هذا ، وضرب هذا ، فيُعطَى هذا من حسناته ، وهذا من حسناته ، فإن فَنيَتْ حَسَناتُهُ قبل أن يُقْضى ما عليه ، أُخِذَ من خطايهم فطُرِحَتْ عليه ، ثم يُطْرَحُ في النار
Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut..? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.”
Nabi Saw lalu berkata : ”Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina.
Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya.
Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.”
(HR. Muslim)
Sumber : Status Facebook Sumijan
Monday, January 18, 2021 - 08:15
Kategori Rubrik: