Gereja

ilustrasi

Oleh : Aldira Maharani

Sebenarnya musuh kita di Republik ini bukanlah orang yang berbeda agama dengan kita. Musuh kita adalah mereka yang berbeda tujuan.

Bagi orang rasis, ruang yang paling aman untuk mereka bersembunyi adalah dibalik topeng agama penuh kepalsuan.

Hanya dengan meneriakan nama Tuhan saja mereka sanggup untuk membunuh, membakar, menghakimi, mengusir dan berbuat anarkis.

Padahal ketika kita nanti ditanya Tuhan setelah kematian, Tuhan tidak akan bertanya apa aliran agamamu, siapa ulamamu, siapa habibmu, siapa pendetamu, apa ormasmu, sekolah dan apa gelarmu.

Tapi Tuhan akan bertanya apakah engkau sudah menjadi khalifahku yang sudah memanusiakan manusia?

Karena sejatinya seluruh manusia dibumi ini adalah hasil dari cinta kasih Tuhan.

Semakin tinggi rasa kasih sayang kita kepada sesama manusia walau berbeda iman sekalipun, maka semakin tinggi pula derajat cinta Tuhan terhadap kita.

Sebaliknya semakin kita membenci kepada sesama manusia maka semakin rendah pula kedudukan kita di hadapan Tuhan.

Saya sebagai seorang muslim yang menjunjung tinggi nilai dan norma kebaikan Toleransi, sangat menghargai serta menghormati perbedaan tanpa sekat dan pembeda.

Agama seharusnya menjadi penuntun bagi kita untuk membedakan mana yang baik dan buruk.

Tapi pada kenyataannya, agama justru sering digunakan untuk mengaburkan batas baik dan buruk itu.

Kejadian memilukan hampir 42 tahun lamanya untuk mendirikan ijin membangun Gereja, ini membuktikan di Republik ini minoritas sulit untuk mendapatkan hak nya terutama untuk membangun rumah ibadah.

Tapi kini, Alhamdulillah segala puji bagimu Ya Allah...

Puji Tuhan, Selamat menjalankan ibadah saudaraku sebangsa tanah air umat katolik.

Lupakanlah perjalanan panjang itu dan syukurilah apa yang datang saat ini.

Hidup ini sangat luas saudaraku, syukurilah keluasan hidup ini dan bergembiralah dengan semuanya.

Salam Toleransi Penuh Cinta & Kasih.

May Allah bless you always.

Sumber : Status Facebook Aldira Maharani

Sunday, July 21, 2019 - 14:15
Kategori Rubrik: