Gerakan Itu Kian Mengecil

Oleh: Budi Setiawan
 

Kita menyambut baik keputusan Ustad Arifin Ilham dan 87 ulama lainnya yang tidak akan turun ke jalan pada demo-demo berikutnya, Baik 25 November atau 2 Desember.

Di Pondok Pesantren Az Zikra miliknya sesuai sholat Jumat kemarin,sebagaimana yang dikutip detik.com, KH Arifin Ilham mengimbau umat Islam tidak melakukan aksi demo kembali terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama Ditambahkannya, umat Islam cukup memantau proses hukum terhadap Ahok yang sudah ditetapkan Polri sebagai tersangka.

KH Arifin juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo karena Presiden tidak mengintervensi kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan calon gubernur DKI Jakarta.

Sebagaimana diwartakan detik,com, ia juga menyatakan terima kasih atas kerja keras Kapolri mengawal kasus hukum Ahok dan juga kepada Panglima TNI yang ditambahkannya berhasil menjaga keamanan negara selama demo 4 November kemarin. Dia mengatakan Kaplori memberikan info pada berkas Ahok akan selesai dalam dua minggu kedepan.

Keputusan Ustad Arifin Ilham ini tentu melegakan kita semua setelah MUI juga sepakat untuk mengalihkan isu ini dari lapangan hijau ke meja hijau, Penegasan ini secara signifikan akan mempersempit ruang gerak kelompok lain yang mempunyai agenda lain ingin membuat negara ini goyah.

Perkembangan bagus ini juga bisa dilihat sebagai keberhasilan kerja keras Presiden, Kapalori dan Panglima TNI untuk mencegah isu penistaan agama ditunggangi oleh elemen-elemen lain. Kita ketahui, ketiga pemegang kekuasaan keamanan tertinggi negeri ini terus menerus melakukan pendekatan dengan berbagai pihak untuk mendinginkan suasana.

Upaya hebat itu serta konsistensi dari sejumlah tokoh Islam akan memberikan gambaran positif di dunia internasional bagaimana negeri ini mengatasi persoalan dalam negeri yang terkait dengan isu keagamanan dan SARA. .

Kita bersyukur sebagian besar pemberitaan media asing menggambarkan bahwa Demo411 lebih merupakan gerakan politik untuk menjatuhkan pemerintahan ketimbang aksi keagamaan.Artinya, mereka juga paham latar belakang aksi ini meski disana-sana terbersit juga kekhawatiran akan meningkatnya intoleransi.

Jadi, dengan makin kecilnya pendukung demo 2 Desember , makin jelas pula siapa dibalik aksi itu dan maunya apa. Kondisi ini makin mempermudah upaya Kapolri dan Panglima TNI untuk memantaui siapa saja yang mencoba merongrong kewibawaan negara termasuk mengendalikannya.

Masyarakat juga dengan terang benderang melihat siapa saja yang mematuhi penegasan Polda Metro Jaya, Sabtu (19/11) bahwa silahkan berdemo tetapi dilarang menggelar aksinya di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Monas, tanggal 2 Desember 2016 mendatang karena mengganggu kepentingan masyarakat banyak.

Kita berharap mereka yang masih berusaha cari alasan berdemo sadar bahwa ruang gerak mereka makin sempit.

Lebih baik mereka berparade damai saja seperti gerakan 1911 kemarin. Menebarkan senyum dan keramahan bukan kemarahan dan kebencian.

Bagi yang cinta NKRI hal itu tentu tidak sulit dilakukan bukan?

**Foto diambil ketika Kapolri Tito Karnavian sholat Jumat di Masjid Al Huda 11/11 di Jalan Talang Jakarta Pusat setelah bertemu dengan sejumlah ulama , termasuk tokoh PNBU Jakarta.

 

(Sumber: Status Facebook Budi Setiawan)

Sunday, November 20, 2016 - 16:00
Kategori Rubrik: