Gerak Cak Imin Jadi Cawapres Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Manuver Cak Imin dengan membentuk relawan, bikin buku atau masang baliho besar di berbagai kota ini sungguh tidak menyenangkan bagi Presiden Jokowi. Seolah ada tekanan besar untuk memilihnya dengan akibat PKB akan "pergi" jika Jokowi memilih orang lain kelak. Ada sebuah gertakan yang coba dibangun

Manuver ini sama persis dengan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan mulai tahun 2012 akhir dulu. Tapi DI lebih halus, dibungkus kerjanya sebagai menteri dan tulisan manufacture hope-nya. Sah-sah saja, asal jangan marah jika masyarakat menganggap itu (yang Cak Imin lakukan atau Dahlan dulu) adalah pembentukan citra

Satu hal saja..
Apa prestasi Cak Imin sebagai menteri tenaga kerja dan wakil ketua DPR dulu? Kalo kubu Cak Imin sudah bisa jawab, tentu Jokower dan segenap relawannya akan mempertimbangkan beliau sebagai Cawapres Jokowi.

Apalagi peran Cak Imin memang besar saat 2014 lalu. Tanpa beliau dan alm. kyai Hasyim Muzadi, Jokowi mungkin kalah di Jatim akibat isu yang disebar oleh tabloid Obor Rakyat yang masif. Ada 10 dari 38 kabupaten/kota dimana Jokowi kalah di Jatim. Apalagi jika Gus Ipul-Puti (yang didukung PKB-PDIP) menang.

Tentu saja konstituen PKB, terutama di Jatim sangat besar. Tapi kerja kerja kerja Presiden selama 4 tahun ini sudah membentuk "poros" baru pada massa mengambang di Jatim trutama. Tidak semudah itu Cak Imin menggertak Presiden.

Well..
Kampanye pilkada serentak segera dimulai. 4,5 bulan ke depan akan sangat riuh. Malah jadi kesempatan Presiden fokus bekerja. Sampe Agustus nanti bisa mendapat petunjuk langit untuk menentukan cawaprea yang tepat

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, February 13, 2018 - 19:00
Kategori Rubrik: