George Floyd, Amerika Antara Pandemi dan Pendemo

ilustrasi

Oleh : Abdul Monib

Santri Kalong :
Dari mulai negara itu didirkan di abad 18 belum bisa menyelesaikan masalah rasisme hingga abad 21. Dari mana sumber rasisme Amerika yang bahayanya tak kalah dengan Kopit itu ? Mari kita lacak dari ketinggian kata-kataNya yang berserak di dalam kitabNya.

Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?".

Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".
(Surah nomor 37 Shaad ayat 75 dan 76)

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (Surah Al Araf ayat 12)

Yang berat dari masalah Iblis adalah Keukeuh dalam Pembenarannya bahwa ia lebih baik dari yang lain (termasuk Adam), yang menyebabkan perintah Tuhan pun ia abaikan. Sikap keukeuh berdiri dalam pembenaran dugaannya menjerumuskannya pada kesombongannya dan pada akhirnya penentangan langsung pada Tuhan. Ia tidak merasa bersalah untuk kemudian memyadari kesalahannya lalu bertaibat. Adam juga melakukan tabrak larangan, tapi ia menyadari dan minta maaf. Dari kesombongan dan pendirian salah inilah, mazhab Materialisme Barat bersumber. Termasuk juga penyakit rasisme. Saya kira begitu, Dul.

Dul Kampret : Saya pernah dengar tentang orang-orang yang menjual agamanya dengan harga murah. Mereka mengutamakan kemasan dan perutnya sendiri saja. Mereka merasa lebih baik dari orang lain, sama seperti tabiat Iblis. Mereka menuding sesat kafir sana-sini kepada orang yang tidak sependapat dengannya. Perangainya kasar. Memahami kitab suci hanya dari kulitnya, menggali sebatas makna verbalnya semata. Melakukan pembelokan dari jalan lurus para Nabi. Rasional otaknya tidak terbuka sehingga jadi sasaran cuci otak. Ini juga irisan yang lain dari tabiat Iblis dan raisme. Mungkin ada pendapat lain dari Bung Cebong.

Bung Cebong : Pada dasarnya pendapat saya dengan kamu dua senada. Untuk kasus kita di Indonesia, perjalanannya panjang. Banyak kita diserang oleh hoax pembelokan sejarah oleh Barat sejak dulu. Mulai Orde Baru, kita foto copy cara Barat diterapkan di negara kita. Hasilnya masyarakat kita terkelas-kelas. Kepedulian berkurang. Gotong royong terkikis. Rakyat disuruh cari jalan masing-masing. Orde Baru hingga Reformasi tak banyak perubahan, hakikatnya dari KKN pindah ke Oligarki Partai Politik. Masih mencuri perahu milil rakyat kecil seperti dalam cerita Nabi Hidir dan Nabi Musa. Masih jauh dari motif utama berbangsa, yakni Amanat Penderitaan rakyat. Jejak adu domba mereka masih membekas di warga nusantara yang berhianat pada nilai Gotong Royong sebagai DNA bangsa Nusantara. Partai-partai politik hari ini sedang menghianati rakyatnya dengan mengibarkan bendera Ologarki di bumi nusantara.

Wan Bodrex : Rasisme bukan asli karakter bangsa kita. Tapi kalau sejak Orba sampai sekarang kita dibentuk oleh Mazhab Barat kita juga akan ketularan rasisme.

Pace Yaklep : Begitu sudah. Kita ini keluarga korban jadi.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Monday, June 8, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: