Generasi Y dan Z , Generasi NetGen

Oleh : Hilman Fajrian

Zaman saya SMA dulu (96-98) tidak pernah ada gerakan, komunitas, atau kelompok aktivisme pelajar di luar bidang pendidikan. Kalau mau jadi aktivis ya harus mahasiswa dulu, dan aktivisme mainstream adalah aktivis pro demokrasi yang suka demo-demo itu. Pelajar sekarang mulai dari SMP pun sudah bisa bergabung ke kegiatan aktivisme. Gerakannya pun bermacam-macam, mulai dari lingkungan hidup, sosial, ekonomi, teknologi, pendidikan, bahkan politik seperti Parlemen Muda yang isinya anak-anak SMA. Hal ini membuat anak-anak muda sekarang bisa berkontribusi jauh lebih besar dalam segala bidang kehidupan dibanding generasi sebelumnya. Lewat cara-cara baru yang cuma bisa diimpikan generasi sebelum mereka. Contohnya kawan dan adik kelas saya dari Balikpapan ini Pandu Padarwin yang mendapat Kalpataru Kaltim.

Generasi Y dan Z yang disebut digital native atau NetGen memang punya perilaku bersosial yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka 'tak akan tahan' bila sehari saja tidak bersosial dengan jejaring mereka, baik itu secara offline dan online. Tingginya intensitas bersosialisasi dengan cara-cara baru mereka kemudian melahirkan bentuk-bentuk kolaborasi baru. Aktivisme pelajar itu contohnya. Generasi ini juga memandang dunia dan tanggung jawab individu dengan cara yang berbeda. Mereka sadar generasi tua telah meninggalkan dunia yang rusak: korupsi, perang, diktator, resesi ekonomi sampai rusaknya lingkungan hidup. Mereka tak percaya lagi generasi tua dan penyelesaian masalah dengan cara lama. Mereka bergerak, mengambil alih kendali, berkolaborasi, mengglobalkan aktivisme, merasa senasib, dan memikul tanggung jawab sejak usia dini.

Banyak generasi seusia saya yang lahir di tahun 80-an yang gemar bernostalgia dengan masa lalu dan membangga-banggakan kenangan. Mulai dari mainan masa kecil hingga cara mereka bersosialisasi. Coba menegaskan bahwa mereka punya masa bocah atau remaja lebih menarik dibanding generasi sekarang. Menurut saya itu konyol. Generasi saat ini punya cara2 yang lebih menarik, atraktif dan produktif dalam bermain, bersosialisasi, belajar dan berkegiatan lainnya. Yang terpenting, generasi sekarang mengemban tanggung jawab jauh lebih besar, lebih awal, dan lebih mandiri dibanding generasi sebelum mereka.

Dunia akan jadi jauh lebih baik di tangan generasi baru ini ** (ak)

Sumber : Facebook Hilman Fajrian

 

Sunday, May 29, 2016 - 06:00
Kategori Rubrik: