Generasi Bumbu Racikan dan Bumbu Sachetan

ilustrasi

Oleh : Edy Swan

Soal rasa kadang lidah tak bisa dibohongi, saat sebelum masuk ke tenggorokan lidah kita punya tugas mengidentifikasi makanan ini enak atau tidak, bahkan generasi kita yg lahir sebelum era tahun 80an..kita terbiasa makan masakan dari bumbu racikan emak kita..beda sekali rasanya bila kita makan dari bumbu sachetan/kemasan..

Kini zaman sdh berubah pola pikir disesuaikan dng kondisi zaman yg apa² serba cepat ringkas dan instan, situasi macam itulah yg membentuk karakter anak muda jaman sekarang...

Lalu apa hubungannya racikan bumbu dapur itu dng mahasiswa sekarang dan mahasiswa yg dulu..?

Dulu... mahasiswa tidak mudah untuk unjuk rasa, penguasa yg otoriter pada saat itu lebih memilih moncong senjata untuk menutup mulut para mahasiswa dari pada mendengar aspirasi mereka..tahun 98 mahasiswa begitu detail mengerti persoalan, mereka setiap ada kesempatan melakukan pertemuan membahas tentang apa yg mesti dirumuskan dan disuarakan, setidaknya semua mahasiswa mengerti subtansi yg akan mereka sampaikan untuk berunjuk rasa nanti..

Butuh persiapan lama untuk menyatukan visi misi mereka untuk sebuah demonstrasi, melakukan seminar² rahasia agar setiap mahasiswa mengerti dengan detail semua persoalan... ketika dirasa seluruh komponen kekuatan mahasiswa telah faham mengerti dan siap maka itu akan menjadi kekuatan yg maha dahsyat untuk melawan rezim orde baru pada saat itu...dan itu semua dari hasil racikan yg serius juga terukur bukan sekedar pemahaman yg instan dari mahasiswa..

Lalu apa kabar dng mahasiswa yang sekarang..?

Modal memahami pesan berantai dari hp mereka...hari dan tanggal lalu tujuan maka beres demonstrasi siap di laksanakan..selesai lalu pulang...
Ya.. ibarat ingin makan daging rendang, pesan lewat online di warung serba cepat yg pakai bumbu sachetan...mudah cepat dan instan lalu perut pun jadi kenyang..

Dengan modal pemahaman yg serba sachetan
Ditanya UU di pasal berapa tidak tau...
Diajak dialog tidak mau..

Tapi..
Dibalik itu semua saya percaya ada silent majority mahasiswa sedang menyematkan semua peristiwa yg sedang terjadi di negri ini, dari merekalah harapan kita untuk negara..
kegigihan mereka belajar tanpa terprovokasi oleh hoax pesan berantai.. mereka telah menempatkan diri sebagai pribadi unggulan untuk cita² negri tercinta ini.

Sumber : Status Facebook Edy Swan

Wednesday, October 21, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: