Gendut Boleh, Bego Jangan

ilustrasi

Oleh : Meicky Shoreamanis Panggabean

Sebelum ke gereja, ngomel dulu ah soal BukaLapak. Ntar di gereja minta ampun. Dosanya nol kali yak abis itu. Trus ngomel lagiiii...Hahaha...

Kagak lah. Gue gak bakal minta ampun karena ngamuk soal Zaky. Ini namanya sacred anger: Kemarahan yang muncul saat melihat ketidakadilan, korupsi, fitnah, penyebaran hoax, dan sejenisnya.

Kemarahan yang diungkapkan karena melihat ada sebuah ketidakberesan: Yesus ngamuk sampe nebalikin meja karena pedagang berjualan di Bait Allah...Muhammad yang marah kepada Ibn Al-Lutbiyyah karena pemungut pajak yang satu ini terima suap...Jokowi ngamuk karena negara semegah Indonesia dibilang akan punah...Nah, ini contoh-contoh sacred anger.

Gini loh...

Gue bingung banget kenapa masih aja ada yang berpendapat "apa bedanya pendukung Jokowi sama sebelah, dikit-dikit boikot." Abis itu nyamain yang uininstall BukaLapak sama yang boikot Sari Roti dan Traveloka.

Elo berpendapat kalo keliatannya sama berarti itu beneran sama ? Haelah. Umur berapa sih lo?Mikirnya sotoy amat.

Nih yak.

Ente baca ni tulisan tapi lepasin dulu keyakinan lu bahwa pendukung Jokowi dan kubu sebelah, sama aja. Lu baca untuk cari tau pendapat lo bener apa nggak. Jangan baca untuk cari kesalahan tulisan gue lalu kesalahan itu dipake utk ngebuktiin bhw elo bener.

Lo kalo mau nunjukkin lo bener, lo pake tulisan lo sendiri. Jangan pake tulisan orang yang lo anggap isinya salah.

Lu ngerti gak?Apa, nggak ngerti? Ya wajar.
Makanya lo pede banget bahwa aksi uninstall BL sama kayak aksi boikot Sari Roti dan Traveloka.

IQ lo 190 sih. 190 sekeluarga. Keluarga besar pulak, bukan keluarga inti.

#Sigh
#IdupLoRibetAmat

Nih gue jelasin.

1.Sari Roti diboikot.
SR diboikot karena mengklarifikasi kebohongan. Katanya SR kasih konsumsi gratis buat demonstran Islam garis keras. SR ngejelasin bahwa mereka gak ngikut-ngikut politik dan yang terjadi adalah ada orang beli produk mereka trus dia bagi-bagiin gratis.

Jadi, SR diboikot karena memberi penjelasan yang benar. Yang boikot orang-orang yang belum tentu sanggup beli Sari Roti setiap hari. Makanya SR cuek dan pabriknya gak ada yang tutup.

2. Traveloka diboikot
Ananda Sukarlan walkout dari acara temu alumni Kanisius karena gak setuju Kanisius undang Bapak Ormas Nasional yaitu Wan Abud. Eh waktu itu status dia masih bapaknya anak-anaknya, sihhh...Kan baru 2 harian yang lalu yak dia jadi bapak ormas.

Ehm.

Alasan Ananda walkout sangat rasional:Karena nilai-nilai Wan Abud bertentangan dengan nilai Kanisius. Walkoutnya diam-diam, gak ngajak-ngajak. Ini digoreng oleh kubu sebelah. Pendiri Traveloka, Derianto, kebawa-bawa. Katanya dia menyalami Ananda waktu Ananda walkout. Lha padahal Derianto gak datang waktu itu. Dan KALAU benar dia nyalamin, so what?

Jadi, akar Traveloka diboikot adalah (1) sebuah tindakan rasional, yaitu walkout, yang diplintir musuh untuk kepentingan politik dan (2) sebuah kebohongan yaitu pendirinya hadir, padahal nggak.

Pada perkembangannya, Traveloka diboikot berdasarkan sebuah pernyataan fitnah yang kalaupun pernyataan itu bukan fitnah, ya teteup absurd. Ngapain ngeboikot karena pemiliknya salaman. Yang ngeboikot Traveloka sebagian besar adalah orang yang seumur hidup mungkin baru hari itu dengar nama Traveloka karena untuk demo ke Jakarta dan beli nasi bungkus 15 ribuan, kebanyakan dari mereka dibayarin.

3.BukaLapak diuninstall.
Natur gerakan uninstall ini bertolak belakang, bukan hanya berbeda, dari natur gerakan boikot nomor 1 dan 2. Akar boikot nomor 1 dan 2 adalah pro kebohongan dan sikap yang nggak beradab. Yang nomor 3 terjadi justru karena netizens memprotes kenapa Zaky berbohong dan nggak beradab.

Gue uninstall karena nggak nyaman liat Zaky bermain dengan kata-kata. Dia secara sadar menyesatkan dan mempermainkan pikiran netizens. Dia yang memplintir kata ('presiden baru') tapi dia menuduh pembaca memplintir kata. Jelas dia nggak dukung Jokowi tapi lalu memberi kesan bahwa ia mendukung. Kalo mendukung, dia akan pake kata presiden kita atau presiden terpilih. Gue uninstall bukan karena dia dukung nomor 2 tapi karena dia licik. Nah loh, di tangan dia, data gue aman gak tuh?

Zaky jelas ngeles, berbohong. Pada perkembangannya ketauanlah bahwa dia juga pake data yang salah. Ini sangat menarik karena sampe postingan ini gue ketik, Zaky bukan hanya gak minta maaf karena udah kasih data yang salah. Dia bahkan bilang bahwa dari twitnya yang penting tuh semangatnya. Dia lalu minta masyarakat ngambil substansi dari data yang dia kasih.

Jelas, dia secara sadar menyebar hoax.

Ini soal kebohongan. Sekarang soal adab. Tentang manner, etika.

Zaky jelas gak ada manner. Jokowi berperan sangat besar dalam perkembangan BukaLapak. Karena kebijakan politiknyalah maka unicorn anak negeri bisa berkembang termasuk BL. Beliau bahkan datang ke ultah BL dan memuji BL lewat tulisan di akunnya.

Sebagian dari elo mungkin protes:Tapi Zaky punya hak dong utk nggak dukung Jokowi jadi presiden ?

Lah, kan tadi gue bilang ini urusan adab, bukan soal hak politik. Zaky punya hak untuk milih Jokowi, nomor 2, atau jadi golput. Tapi jadi sangat gak etis ketika ia memfitnah Jokowi dalam kondisi ia sudah banyak ditolong Pakdhe. Ini namanya nusuk dari belakang. Gue pake kata fitnah ya, bukan protes. Ia sadar datanya salah dan nggak minta maaf. Kalo dia nanti minta maaf, gue akan ganti kata fitnah dengan protes.

Kalo dia udah banyak dibantu Jokowi tapi tetap mau dukung nomor 2, (1) lakukan secara diam-diam.Jangan frontal kayak yang dia baru lakukan. Atau (2) ya konsisten aja. Dia frontal ngefitnah, ya frontal juga dong di acara BL. Undang Sandiaga, kan dia pernah bilang bahwa Sandi adalah mentornya.

Sangat sedikit yang uninstall karena alasan perbedaan politik:Zaky dukung nomor 2, gue dukung nomor 1 jadi BL gue uninstall ah. Dikit banget yang kayak gini. Ada mah ada, orang bodoh 'kan bukan hanya ada di kubu nomor dua. Tapi jumlahnya di kubu Jokowi dikit ya. Makanya kalo demo bisanya Sabtu-Minggu karena di hari kerja pada cari nafkah.

Uhuk...Uhukkkk...

Nah, karena Senin sampe Jumat pada kerja, mereka, eh kami deh, yang uninstall adalah beneran konsumen BL, minimal calon konsumen potensial. Makanya reaksi Zaky beda dari reaksi pemilik Sari Roti dan Traveloka. Zaky panik karena yang boikot kebanyakan dari kalangan menengah. SR dan Traveloka cuek karena yang boikot rata-rata orang nggak ada duit.

Eh, gue pegel deh tapi masih mau ngomel. Gue lanjutin yak. Nanggung.

Sekarang ada yang sinis. BL lu uninstall. Pengusaha lain lo cuekkin padahal mereka ga punya manner. Lo boikot mereka juga, dong. Mereka dicuekin gara-gara mereka dukung nomor 1 atau karena mereka gak dukung nomor dua secara terang-terangan, ya?

Buat gue, jawabannya:iya. Puas? Nih sekarang gue jelasin.

Ini negara korup. Gak ada pengusaha yang punya manner. Semua kudu nyogok karena pengusaha ga ada yang bisa menang saat melawan pejabat. Ahok akhirnya dipenjara, toh?

Jadi, bodoh sekali kalo kita melawan semua pengusaha korup atau yang gak punya etika. Semua pengusaha di negara korup hanya bisa berkembang kalo ga punya etika. Semua gak punya manner, semua ngelanggar peraturan. Trus semuanya mesti dilawan????Yaelah.

Gendut boleh, bego jangan.

Kita hanya bisa melawan siapa yang menurut kita bisa dilawan. Kita hanya bisa melawan mereka yang proses perlawanannya sejalan dengan panggilan hidup kita dan jadwal hidup sehari-hari.

Elo mau memaki dokter rumah sakit yang uninstall BukaLapak? Memakinya sebagai picik karena gak melawan penebangan hutan? Haelah. Elu siap anak lo sekarat trus yang ngurusin dia petugas cleaning service atau satpam??? Lo siap gak guru anak elo masuk cuma sebulan sekali karena dia lebih sibuk keluar masuk kantor pemerintah, LSM, dan hutan?

Kalo menurut elo, elo bisa lawan pengusaha tambang, silahkan. Gue pasti gak bisa dan gak mau. Gue punya kerjaan lain.

Kan gue udah bilang, elo sih... IQnya 190 sekeluarga. Repot 'kan.

Pemboikot Sari Roti dan Traveloka lo samain dengan pemboikot BukaLapak. Orang uninstall lo cela, lu tanya kenapa diem aja soal pelanggaran yang dilakukan pengusaha lain. "Kayak gue dong, berjuang yang berani, jangan tanggung-tanggung,"gitu lo bilang.

Elo menganggap apa yang terlihat sama, secara substansial juga sama. Elo berpikir bahwa orang baru berani, baru bisa disebut berjuang, kalo perjuangannya sama dengan yang elo lakukan.

You strive for sameness. Cemen, ah. Next time, try to strive for oneness, my dear.

Bhinneka Tunggal Ika.

Begituh 'kan yak?

#MerryllP19

Sumber : Status Facebook Meicky Shoreamanis Panggabean

Tuesday, February 19, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: