Gempa Lombok Murka Allah atas TGB?

Oleh : Gus Khoiron Mustafit

Mengenai jawaban atas judul status ini, saya tidak akan menulis banyak ya, biar mudah dimengerti.

Ada hadis Rasulullah SAW yang mengatakan seperti ini:

من مات فى الهدم فهو شهيد

Barangsiapa yang mati tertimpa reruntuhan (karena gempa bumi), maka dia mati syahid.

Ketika mejelaskan hadis daftar orang yang mati syahid selain di medan jihad, al-Hafidz al-Aini mengatakan:

فهم شُهَدَاء حكما لَا حَقِيقَة، وَهَذَا فضل من الله تَعَالَى لهَذِهِ الْأمة بِأَن جعل مَا جرى عَلَيْهِم تمحيصاً لذنوبهم وَزِيَادَة فِي أجرهم بَلغهُمْ بهَا دَرَجَات الشُّهَدَاء الْحَقِيقِيَّة ومراتبهم، فَلهَذَا يغسلون وَيعْمل بهم مَا يعْمل بِسَائِر أموات الْمُسلمين

“Mereka mendapat gelar syahid secara status, bukan hakiki. Dan ini karunia Allah untuk umat ini, dimana Dia menjadikan musibah yang mereka alami (ketika mati) sebagai pembersih atas dosa-dosa mereka, dan ditambah dengan pahala yang besar, sehingga mengantarkan mereka mencapai derajat dan tingkatan para syuhada hakiki. Karena itu, mereka tetap dimandikan, dan ditangani sebagaimana umumnya jenazah kaum muslimin.” (Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/128).

Pertanyaannya: Jika memang semua gempa bumi itu hukuman dari Allah SWT, bagaimana mungkin orang-orang yang mati karenanya itu dihitung mati syahid?

Jawabannya adalah: Tak semua gempa bumi itu seperti gempa bumi tsamud. Karena kaum Tsamud jelas mendapat murka Allah SWT dan mati dalam keadaan tidak beriman. Sedangkan gempa bumi biasa adalah gempa bumi yang membuat orang-orang yang mati karenanya sebagai orang-orang yang syahid alias syuhada.

Demikian, wallahu a’lam.

Turut berbela sungkawa atas musibah yang dijalani, semoga banyak hikmah yang mengiringi dan banyak kebaikan yang menyertai sesudahnya. Aamiiiiin

 

Sumber : facebook Khoiron Mustafit

Tuesday, August 7, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: