Gempa Lagi : Palu, Sigi, dan Donggala, Alam Kembali Memenuhi 'Perintah-Nya' Sunatullah

Oleh : Harun Iskandar

Alam kembali memenuhi 'Perintah-Nya'. Sunatullah . . .

Kini saudara2 kita yang bermukim di Sulawesi Tengah mengalaminya . . .

Alam mengeliat mencari keseimbangan baru. Negeri ini yang berada di pertemuan lempeng benua, rangkaian gunung api dunia, kembali dihentak luluh lantak.

Hukuman atau teguran dari Allah ? Entahlah !

Yang pasti jika Allah mau, semua akan terjadi bisa tanpa sebab. Seyogyanya kita harus berdoa mohon keringanan dan ampunanNya. Sekaligus mohon kekuatan untuk bangkit

Yang pasti pula, ini peristiwa alam biasa. Seperti kita yang harus segera buang air besar atau kecil. Kotoran hasil metabolisme. Agar segera bisa kembali terima asupan gizi dan vitamin baru . . .

Jika ada yg posting 'peta bencana' Indonesia atau bahkan dunia, dikaitkan dengan isu SARA, bahkan kemaksiatan, judi, konsumsi miras, sungguh tidak saja bodoh, tapi juga tak elok. Tak punya otak sekaligus tak punya nurani !

Tempat2 bencana itu kalau tidak berada di pertemuan lempengan bumi, rangkaian gunung api, atau sekitar samudra.

Amerika misalnya, jika tidak gempa, ya hampir pasti langganan badai karena ada di 'pinggir' samudra ganas, Pasific. Hawaii apalagi, seluruh negeri berdiri diatas gunung api.

Tahu Singapura ? Negeri pulau kecil tetangga kita ini hampir tak terdengar berita bencana ? Mereka lebih 'beriman' dari kita ? Wallahu'alam

Singapura tak berada diatas jalur bahaya. Hampir persis seperti Kalimantan. Ada tsunami pun terhadang oleh pulau Sumatera.

Tak ada badai, karena letaknya ada di selat sempit namun cukup dalam yang justru menguntungkan. Selat Malaka.

Jika ada bencana pastilah kekeringan atau sedikitnya krisis air. Tak punya gunung api sumber air yang mengaliri sungai2nya.

Tapi jika turun hujan, Jakarta sibuk memompa ke laut, Singapura justru menampungnya. Dalam danau2, sungai, kanal, untuk cadangan air. Nyaris tak ada banjir disana 

Nantinya akan diolah. Jika buka kran di rumah bisa langsung di minum. Sepuasnya tanpa takut sakit perut.

Jepang ? Diluluh-lantakkan gempa dan tsunami ratusan kali. Tapi justru membuat mereka makin pintar. Makin makmur. Makin bijak. Jika dirundung kemalangan, tak ada rebutan jatah apalagi penjarahan . . .

Contoh Singapura atau Jepang saya kutip, agar saat kita merenungi bencana dari sisi spiritual, ke-Tuhan-an, ada yg juga penting selain mohon ampun dan kekuatan.

"Niscaya Allah akan meninggikan orang2 yang beriman diantaramu dan orang2 yang berilmu pengetahuan beberapa derajat" (Surat Mujadillah - ayat 11).

Ya ! Allah memberi kita kesempatan untuk 'belajar'. Berupaya meninggikan derajat kita !

Jadi bukan sibuk bikin hoax. Ngustat ini ditangkap, gempa. Ngustat itu jadi tersangka, tsunami. Ngustat ini-itu dipenjara, tanah longsor. Ngustat itu-ini ngaku dipersekusi, dollar naik . . .

Ketika Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dibunuh. Tak ada gempa dan tsunami.

"Allahu Akbar ! Sesungguhnya, kamu tahu tangan ini yang menuliskan wahyu untuk Rasulullah" kata Utsman dengan hati pedih ketika tangannya terputus ditebas pedang pembunuhnya . . .

Bahkan saat ke dua cucu kesayangan Nabi, Hasan dan Husein, tewas diracun dan dipenggal kepalanya, tak ada gunung api meletus dan banjir besar . . . .

"Sesungguhnya Hasan dan Husein adalah kesayanganku dari dunia" (Bukhari, Tirmidzi, Ahmad).

Apakah para 'ngustat' itu lebih mulia dari para Khulafaur Rasyidin dan Cucu2 Nabi ? 

Wow ! 
Itu syirik yang maha besar ! Karena tidak saja ber-syirik2 diri sendiri, namun mengajak orang lain melakukan juga. Promosi Syirik berjamaah ! 

Jadi ? Mau kumpul di Monas untuk tobat berjamaah ? Karena sampeyan suka angka2, tak usulkan dilakukan, hari Sabtu Paing, tanggal 23 April 2019 saja, 234 !

Kok ? Itu kan merek rokok ? Dji Sam Soe. 
Iya memang. Siapa tahu dapat tambahan dana untuk beli nasi bungkus dan botol air minum Aqua. Biar ndak lagi gagal fokus ! 

Pulogebang Permai, Jakarta Timur
Rabu Legi 03 Oktober 2018

 

Sumber : facebook Harun iskandar

Wednesday, October 3, 2018 - 13:45
Kategori Rubrik: