Gempa Bumi, Tsunami, Banjir Adalah Cara Alam Semesta Membersihkan Bumi Pertiwi

Segala bencana yang terjadi di muka bumi ini sejatinya tidak perlu dipolitisir terlalu jauh hingga saling bertikai untuk mencari kambing hitamnya. Tuhan menciptakan manusia dan alam semesta beserta hukum yang mengatur keduanya. Alam memiliki hukumnya tersendiri yang ternyata sangat bersinggungan dengan manusia. Karena sejatinya manusia diciptakan oleh Tuhan selain untuk mengabdi kepada-Nya juga untuk menjaga alam semesta. 

Oleh : Ester Nuria Surianegara 

Dalam kehidupan, saat manusia melekat dengan kebendaan atau duniawi dan mulai memberatinya, pasti akan jatuh. 
.
Popularitas, kekuasaan dan kekayaan adalah amanah dari Tuhan, namun saat ketiga hal tersebut menguasai diri manusia dan mempertuhankannya, akhirnya akan memberati hidupnya yang pastinya akan membuatnya jatuh.
.
Contoh para pejabat yang melakukan korupsi, hidupnya jatuh berakhir di sel penjara karena harta dan kekuasaan telah melekat dalam hidupnya dan memberatinya. 
.
Atau artis yang rela melakukan apa saja demi popularitas. Kepopulerannya hanya sesaat, setelah itu ia akan terjatuh dalam kubangan kenistaan.
.
Ada banjir karena ada hujan. Tapi tidak mungkin terjadi banjir kalau manusia tidak merusak alam. Jadi, penyebab banjir bukanlah hujan, melainkan kerusakan alam yang dibuat oleh manusia. Akibat banjir adalah kerugian bagi manusia itu sendiri, baik secara kehilangan jiwa juga material. 
.
Begitu pula kebakaran hutan, bukan api penyebabnya melainkan manusia yang dengan sengaja menyalakan api yang membakar pohon-pohon. Akibatnya asap yang menutupi langit dan menyebabkan penyakit pernapasan bagi manusia
.
Begitulah HUKUM SEBAB AKIBAT, apa yang kita kerjakan, akibatnya tidak hanya pada diri kita saja tapi juga dirasakan orang lain,  masihkah kita mau menyalahkan alam semesta atau menyalahkan Tuhan Allah Sang Pencipta itu? 
.
Kita pun dapat menarik apa saja yang kita inginkan di alam semesta. 
.

Contoh ingin menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci Mekah tapi tidak punya biayanya. Caranya kita niatkan dalam hati kalau perlu ditulis dan dilihat setiap hari, lalu divisualkan dalam pikiran seolah-olah kita sedang menunaikan ibadah Haji. 
.
Lakukan itu terus menerus dan lepaskan niat dan gambaran itu ke alam semesta dalam bentuk doa kepada Allah maka Dia akan memberikan jalan kepada kita untuk merealisasikannya melalui alam semesta.

KETIKA CAHAYA DATANG...
.
Maka ia pun menyingkirkan seluruh kegelapan dan memporak-porandakannya.
.
Jadi, apapun dan bagaimana pun bentuk bencananya atau kejadiannya.
.
Sesungguhnya itu semua hanyalah salah satu cara Alam Semesta untuk MENCUCI dan MEMBERSIHKAN Bumi Pertiwi.
.
Ya, untuk mensucikannya kembali dari segala kekotoran yang melekatinya.
.
Bahkan jika perlu Sang Pertiwi harus terbasuh dengan tumpahnya darah dan airmata para anak bangsa sekalipun.
.
Just remember...
Suatu kerugian apabila di tangan orang-orang yang cerdas maka niscaya ia akan menjadi suatu keuntungan/keberuntungan.
.
Sebagaimana buah Lemon yang masam bisa menjadi minuman juz yang manis dan menyegarkan.
.
Sebagaimana bangkai ular yang bisa ia ambil kulitnya kemudian laku saat dijual.
.
Sebagaimana kalajengking yang dapat ia ambil racunnya hingga bisa menjadi sesuatu sangat mahal nilainya.
.
Ya, demikianlah ... Seburuk-buruknya sesuatu apapun pasti tetap ada nilai kebaikannya dan sisi positifnya.
.
Sedangkan bagi orang-orang yang bodoh (yang masih berjalan dengan kegelapan batin) ... Niscaya 1 musibah justru malah menjadi 2 musibah, bahkan bisa jadi lebih.
.
Beruntunglah bagi mereka yang dapat mengambil HIKMAH dari setiap apa yang terjadi. Tidak perlu lah mempolitisir terlalu jauh dengan menyalahkan Presiden Jokowi atau Capres Prabowo dalam iklim Pilpres ini, agar musibah tidak bertambah-tambah akibat penghuninya tidak mampu menerima CAHAYA KERUKUNAN dari alam semesta ini.
.
Salam Merah - Putih 
.
.
.
.
#EsterNuriaSurianegara 
#PenaPendosa.

Wednesday, October 3, 2018 - 00:00
Kategori Rubrik: