Gema Pembebasan Adalah Underbow Hizbut Tahrir

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Sebagaimana kita tahu..., GP sudah marak di kampus-kampus..., terutama kampus umum negeri.

Mereka mendoktrin mahasiswa Islam..., yang selama ini 'sekuler' menjadi fanatik dengan agama.

Saking fanatiknya..., mereka bahkan tidak bisa membedakan mana yang wajib dan mana yang sunnah.

Tak usah mengambil contoh yang terlalu sulit..., Khilafah misalnya.

Dimana-mana..., kader underbow HTI ini selalu menyuarakan ajakan mendirikan Khilafah.

Padahal..., sebagaimana kita tahu..., bahwa Khilafah islamiyah sudah runtuh sejak zaman Turki Usmani.

Rasulullah SAW pun tidak mewajibkan ummatnya untuk mendirikan negara Islam...., sebab Rasulullah SAW sebagaimana kita pahami dalam konteks Al-Qur'an dan Hadis..., beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia dan mengenalkannya kepada ajaran Tuhan Yang Maha Esa.

Lihatlah negara yang diklaim sudah khilafah..., di Timur Tengah sana.

Contoh pertama adalah Arab Saudi...; apakah Arab Saudi adalah negara khilafah....?

Tidak...; Arab Saudi adalah negara kerajaan...., dan yang memegang otoritas utama saat ini adalah King Salman.

Atau beranjak ke Iraq dan Suriah..., yang diklaim sudah khilafah..., benarkah...?

Tidak...; rakyatnya justru menderita berat karena ulah kebrutalan ISIS dan konco-konconya..., yang inginkan Daulah Islamiyah.

GP adalah 'anak' HTI..., apa itu HTI...?

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 Tahun 2017 tentang Pencabutan Status Badan Hukum Hizbut Tahrir Indonesia dinyatakan tetap berlaku.

Hal itu menyebabkan..., HTI secara administrasif sudah dibubarkan oleh pemerintah tertanggal 7 mei 2017.

Organisasi yang nyata beberapa 'penggedenya' berafiliasi ke ISIS ini acapkali 'menunggangi' sejumlah demonstrasi..., mereka mengkampanyekan tuntutan mendirikan negara Islam atau Khilafah.

Sama persis seperti DI/TII..., yang inginkan negeri Islam..., atau organisasi teroris seperti Jamaah Anshorut Daulah..., Jamaah Islamiyah..., ISIS dan lain sebagainya yang bertujuan sama.

HTI lahir dari sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat..., ia dibawa oleh dua orang pendakwah yang dibiayai dari London.

Perlahan-lahan dakwah itu disampaikan..., dan sampai saat ini hampir semua Perguruan Tinggi (terutama Negeri) terselip anak-anak ideologis Hizbut Tahrir.

Bagaimana Menangkal Ideologi Radikal di Kampus...?

Brigjend Hamli..., selaku Direktur Pencegahan BNPT-RI pernah mengatakan..., bahwa radikalisme seperti HTI ini sudah masuk di area Perguruan Tinggi..., serta paling banyak ada di Fakultas Kedokteran..., Fakultas Farmasi.., dan Fakultas Teknik.

Kampus adalah satu-satunya area yang sangat dilirik kaum radikal seperti HTI...., lebih lagi fakultas yang menekankan logika matematik seperti disebutkan Brigjend Hamli.

Meski begitu..., tidak dapat dipungkiri juga bahwa di fakultas lain organisasi seperti HTI ini ada..., meski tak sebanyak di tiga fakultas tersebut.

Belakangan di Universitas Islam..., para rektor mulai 'bersih-bersih' kampus dari ideologi radikal menyesatkan seperti HTI.

Selain 'bersih-bersih' kampus..., sebaiknya juga rutin mengadakan kegiatan yang mengusung narasi kontra faham radikalisme..., agar mahasiswa makin paham bahaya laten bangsa Indonesia saat ini.

Kampus harus mulai tegas..., peka .., dan memahami gerak-gerik organisasi di lingkupnya,... agar ke depan tidak ada lagi kampus yang dicap radikal.

HTI bersama konco dan anak-anaknya hanya perlu ditegasi..., karena selama ini mereka hanya cari perhatian ke sana kemari mecatut nama Islam. .., namun sesungguhnya mereka sendiri tidak faham apa dan bagaimana itu Islam.

Sebagaimana mereka bergabung dengan HTI..., tapi tak paham apa dan siapa itu Hizbut Tahrir...., yang di negerinya sendiri bahkan di puluhan negara..., HT jelas ditolak karena kebrutalan dan keterkaitannya dengan jaringan ekstrimis teroris seperti ISIS.

Lalu..., kenapa di Indonesia ormas ini dibela mati-matian...?

Apa karena bawa-bawa nama Islam....?

Padahal para ulama di dunia jelas-jelas menentang gerakannya yang diklaim menyimpang dari ajaran beragama..., lha kok di Indonesia malah dibela...?

Ente waras bung...?

Mari bebaskan kampus-kampus kita dari ancaman radikalisme yang menyesatkan dan merugikan agama..., bangsa..., dan negara Indonesia..

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Saturday, September 14, 2019 - 12:45
Kategori Rubrik: