Gelut Online

ilustrasi
Oleh : Teguh Arifiyadi
 
Gelut online itu terkadang asik untuk kita baca di media sosial, tapi tidak selalu asik bagi para pihak yang terlibat. Saya tidak yakin ketika dua pihak yang sering ribut adu ketik di medsos itu ketika mereka dipertemukan, akan adu mulut segarang perdebatan mereka di media sosial.
.
Sifat media sosial yang mampu menyembunyikan ekspresi penulisnya (misalnya marah, malu, kesal, senang, tenang, atau cuek) memberikan keberanian ekstra penggunanya untuk terus berpura-pura (merasa) menang dan ngeyel tak berujung.
.
Jangan ditanya, kenapa ada orang yang sangat betah gelut di media sosial, betah menunggu respon lawan debat, untuk kemudian dilibas lagi dengan jawaban-jawaban menyakitkan, termasuk betah mencari jejak digital aib lawannya karena kalah adu argumen.
.
Jawabannya, kemungkinan karena karakter orang tersebut memang bertipikal konfrontatif. Iya benar, tiap manusia pada dasarnya punya insting untuk berkonfrontasi, tapi yang membedakan adalah batas pengendalian dirinya.
.
 
Di twitter land, perdebatan netizen itu bisa berjilid-jilid, berminggu-minggu, menyerang personal, saling buka aib, saling menyakiti, keroyokan, dan tak terkendali kemana-mana. Saya termasuk jenis akun twitter yang tidak punya endurance untuk perang kata di situ.
.
Di facebook, perdebatan lebih santai, terkadang slow motion, dan keuntungannya, kita bisa sepuasnya menulis dan mengedit argumen. Keroyokan pasti ada, tapi klusternya tidak akan (atau sebut saja jarang) berkembang kemana-mana karena dibatasi tembok pertemanan.
.
Sayangnya, saya termasuk spesies netizen lemah jari karena tidak punya banyak waktu dan energi untuk olah kata agar terlihat menang dan superior. Apalagi jika lawannya hanya akun bodong atau akun remaja tanggung yang berpura-pura dewasa. Mubadzir! Masih banyak hal di dunia nyata yang harus kita kerjakan bukan?
.
Jika seseorang dianggap bodoh dan penakut karena tidak pernah mau menanggapi perdebatan di media sosial, maka, sebut saja saya sebagai orang bodoh dan penakut.
.
Jika berdebat dengan akun saya tujuannya hanya agar mereka dianggap menang, maka tak perlu repot berdebat, saya nyatakan aja dari sekarang kalau mereka adalah pemenangnya. Setelah menang, mereka mau apa lagi?
 
Sumber : Status Facebook Teguh Arifiyadi
Tuesday, September 22, 2020 - 20:00
Kategori Rubrik: