Gatot Dukung Omnibus Law

ilustrasi

Oleh : Jessie's Blog

Tiba-tiba dukung Jokowi, jadi Jubir. WASPADA Pengadudomba bangsa!

Bingung sekali dengan apa yang menjadi logikanya, tentang Omnibus Law UU Cipta Kerja. Setelah gagal mendompleng dan menunggangi isu Komunis, Gatot sempat mendukung demo yang menganggap bahwa Joko Widodo adalah sosok kapitalis.

Dia mengatakan bahwa sebetulnya UU Cipta Kerja Omnibus Law memiliki tujuan yang sangat mulia agar investasi datang dan roda ekonomi tetap berputar. Roda perekonomian tetap berputar. Saya merasa Gatot ini jauh lebih parah dan lebih inkonsisten ketimbang Emak-emak bawa matic yang sen kanan, tapi belok ke kiri. Mau dianggap kanan, tapi ternyata diam-diam belok kiri. Eh atau terbalik ya?

Hal itu disampaikan Gatot, sebagai Presidium KAMI yang 8 anggota dan rekan-rekannya ditangkap karena aksi provokasi yang membuat polisi sampai ngeri ketika membaca Grup WA KAMI yang ada di Medan dan Jakarta.
Ini adalah sebuah bentuk inkonsistensi yang gak jelas dan paling menggelikan. Mendadak jadi pemuja Jokowi. Saya curiga, bahwa Gatot ini menjadi sosok yang sedang ketakutan dan cari muka kepada Jokowi.

Kita tahu bahwa 8 orang KAMI ini sudah ditangkap, dan membuat Gatot sempat adu mulut saat hari ini datang ke Bareskrim untuk mengunjungi anggotanya yang ditangkap, setelah para netizen mempertanyakan solidaritasnya sebagai presidium KAMI alias petingginnya.

Gatot Nurmantyo tak berhenti dalam memuji Jokowi lewat angan-angannya membentuk UU Omnibus Law Cipta kerja, dia malah menganggap angan-angan ini mulia. Geli banget gak sih. Apa sih yang sedang ditutupi?

Sejak saya dulu sebagai Panglima TNI, pada saat kurang lebih pertengahan perjalanan periode pertama, presiden tuh pusing, pusing untuk meningkatkan investasi. Tumpang tindih (UU) ini kemudian birokrasinya panjang, ribet. Sehingga investasi itu ragu-ragu, maka diperlukan satu undang-undang yang merangkum semuanya jadi undang-undang yang birokrasinya lebih simpel, efisien. Kemudian ada jaminan investasi di sini, kemudian aparaturnya bersih, menjanjikan, kemudian akuntabilitasnya juga tinggi, keterbukaan.

Nah, undang-undang saya tahu tujuannya sangat mulia. Sangat mulia. Karena dengan demikian, investasi akan datang, kemudian roda ekonomi berputar, ekspor banyak, pajak masuk banyak, kembali lagi ke masyarakat. Sehingga sandang, pangan dan papan masyarakat bisa.
Kewajiban pemerintah harus menyiapkan lapangan kerja ini. Menyiapkan lapangan kerja berarti harus selalu ada investasi baru untuk tempat lapangan kerja ini. Yang seharusnya juga, pemerintah juga harus memfasilitasi WTO. Nah dari akumulasi inilah ahrus dibuat terobosan untuk undang-undang itu dijadikan satu.

Undang-undang ini untuk meningkatkan investasi harus ada. Tetapi di dalam ini yang diatur ini kan ada pengusaha dan buruh. Nah aturan tentang pengusaha dan buruh ini tidak boleh ada garis kaya mau perang, garis pemisah. Nah kemudian tidak boleh berat sebelah. Harusnya dilihat kita perlu pengusaha, kita juga perlu buruh.

Pengusaha tanpa buruh gak ada yang kerja. Buruh tanpa pengusaha mau kerja di mana. Nah inilah yang harus arif dan bijaksana dalam undang-undang yang ada ini mengakomodasi semuanya berjalan seimbang. Tetapi intinya, semua ini akan menjadi lebih efisien ketika ada kepastian gitu.

Loh? Mendadak kok waras? Kok mendadak Gatot menjadi sosok yang memuja-muji Joko Widodo? Kenapa Jokowi bisa menjadi sosok yang bisa membuat Gatot bisa berubah seperti itu? Saya melihat bahwa Joko Widodo ini adalah sosok yang fenomenal. Bisa membuat orang kemarin tahu sekarang tahy.

Jangan main-main sama Jokowi. Gatot mendadak jadi lebih inkonsisten dari emak-emak sen kanan belok kiri. Sebenarnya saya curiga bahwa ada yang ia sedang tutup-tutupi. Kita melihat bahwa 8 anggota KAMI yang ditangkap, menjadi indikator bahwa ada agenda busuk yang memang dirancang oleh KAMI.

Saya berharap kita semua bisa menjadi orang yang lebih pintar dan lebih bisa membaca, bahwa Gatot ini adalah orang yang berbahaya. Dia berhasil menunggangi banyak hal, untuk mengisi motivasinya. Bukan hal yang mustahil jika kita berkesimpulan bahwa memang ada yang ditutup-tutupi Gatot.

Meski Gatot sudah memuja-muji Jokowi, polisi harus tetap mengungkap apa yang dilakukan oleh 8 anggota dan elitis KAMI. Jangan mau terkecoh oleh silat lidah Gatot! Bahaya kalau Gatot tak diproses. Dia ini punya kekuatan yang cukup harus diperhitungkan.

Karena menurut direktur eksekutif Indonesia Political Opinion IPI, Dedi Kurnia Syah, jika polisi punya bukti kuat adanya rencana atau keterlibatan KAMI dalam aksi ricuh ini, polisi tidak perlu ragu menangkap tokoh utama, termasuk Gatot Nurmantyo, dan Udin.

Begitulah Gagal Total.
.
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi kembali mengkritisi Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo. Teddy Gusnaidi menyebut Gatot Nurmantyo hanya mau menyelamatkan dirinya sendiri atas kasus yang menimpa sejumlah petinggi KAMI. "Sikap Gatot Nurmantyo sebelum anak buahnya diciduk dan setelah diciduk berbeda 180 derajat. Gue bilang beberapa hari lalu bahwa Gatot pasti akan cari selamat dibandingkan menjadi laki-laki sejati. Eh gak perlu tunggu lama, Gatot Nurmantyo berbalik memuji UU Cipta Kerja," tegasnya.

Politisi PKPI ini pun menuturkan adanya dua opsi yang bisa dipilih oleh Gatot Nurmantyo saat ini. "Pilihan Gatot Nurmantyo cuma dua, lepas tangan biarkan anak buahnya seperti Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat dipidana dengan alasan mereka oknum KAMI, atau mengakui bahwa tindakan anak buahnya atas arahan dirinya," tukas Teddy Gusnaidi.

Kendati begitu, Teddy Gusnaidi mengaku yakin bahwa Gatot Nurmantyo tidak punya nyali dan lepas tangan terhadap kasus yang menjerat para petinggi KAMI tersebut.Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana ditetapkan menjadi tersangka oleh Markas Besar Polri. Ketiganya adalah tokoh kelompok Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia.

Mereka dijadikan tersangka kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dan penghasutan menjelang demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

"Sudah ditahan, sudah jadi tersangka," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (14/10/2020). Polisi menyebutkan penangkapan terhadap tokoh KAMI berawal dari bukti percakapan di sebuah grup WA.. Dalam percakapan itu, menyebarkan ujaran kebencian sekaligus menghasut orang supaya demonstrasi.

"Percakapan di grup WhatsApp, pada intinya terkait penghasutan dan ujaran kebencian tadi berdasarkan SARA," kata Awi, Selasa (13/10/2020).

Isi percakapan tersebut disebut Awi, "ngeri, pantas di lapangan terjadi anarki."

Sumber : Status Facebook Jessie's Blog

Saturday, October 17, 2020 - 12:45
Kategori Rubrik: