Gastronomi dan Devisa Negara

Oleh: Damar Wicaksono

Pemerintah menetapkan Semarang, Solo, Jogja, Bandung dan Ubud sebagai destinasi gastronomi terpilih dari sekian daerah yang punya kuliner enak dan layak jual. Saya rasa kelima kota atau wilayah itu sangat pantas.

Pengumuman atau promosi itu disampaikan Kemenpar pada Forum Gastronomi Dunia yang sedang berlangsung saat ini di San Sebastian, Spanyol (berita Kompas).

Gastronomi kerap disebut sebagai studi mengenai hubungan antara budaya dan makanan, di mana gastronomi mempelajari berbagai komponen budaya dengan makanan sebagai pusatnya (seni kuliner).

Jadi kelima kota atau wilayah tersebut berpeluang merebut perhatian wisatawan asing dengan cara memperkenalkan makanan-makanan khas beserta sejarahnya dan sekaligus memperkenalkan pariwisata kota masing-masing. Sudah tentu pemerintah masing-masing kota kudu siap. Masalah makanan enak dan sejarahnya, pasti ngga kalah dengan di negara lain.

Menurut saya yang paling siap adalah Bandung lalu Ubud dan Jogja. Solo dan Semarang kaya makanan enak tapi infrastruktur pariwisata (termasuk kesiapan SDM) masih menjadi tantangan. Semarang punya Kota Lama yang sedang dibenahi yang bisa mendukung gerakan ini.

Inovasi Kemenpar seperti ini harus didukung. Apalagi target kunjungan wisman pada akhir 2019 sejumlah 20jt sangat berat. Dengan pertumbuhan kunjungan wisman tiap tahun sebesar 10-15% dalam 3 tahun trakhir, tahun ini bisa mencapai 14jt wisman saja sudah sangat bagus.. tahun 2016 mencapai 12jt wisman

Sebagai salah satu orang kelahiran Semarang, mengajak temen-temen Semarang, termasuk sesama domisili Jakarta dan dimanapun, membantu pemkot menerima amanah pemerintah pusat ini.

Apapun demi devisa Indonesia. Demi terciptanya ratusan ribu lapangan kerja**

Sumber : facebook Damar Wicaksono

Tuesday, May 16, 2017 - 15:15
Kategori Rubrik: