Garuda di Dada Menteri Archandra

Oleh: Niken Satyawati
 

Sosok Menteri ESDM Archandra Tahar menjadi trending topic hari ini. Entah siapa yang pertama kali melempar isu terkait kewarganegaraan Pak Menteri. Isu menggelinding bak bola salju. Ditangkap media online, medsos dan menjadi perbincangan hangat di grup-grup Whatsapp. Hingga ada yang meragukan nasionalisme dan menudingnya titipan Amerika Serikat yang disusupkan untuk kepentingan AS. Ada pula yang menyebut selama ini dia bepergian dengan paspor AS. Itu tidak benar.

Pak Archandra bepergian dengan paspor Indonesia. Walau 20 tahun tinggal di AS, hingga sekarang ini dia masih memegang paspor Indonesia. Archandra Tahar adalah pemilik tiga hak paten di bidang energi dan sumber daya mineral. Terkait kompetensinya yang luar biasa, AS menjadikannya warga negara dan memberinya paspor dengan begitu mudahnya. Sementara banyak orang di luar sana berjuang mati-matian mendapatkan status warga negara atau sekadar permanent residence-- hal yang sangat sulit dan jelimet bahkan bagi orang "setengah Amerika". Namun status itupun sudah dia lepaskan karena di dadanya hanya ada Garuda dan Sang Merah Putih.

Untuk diketahui Archandra orang yang sangat berintegritas dan cinta Tanah Air. Maka dia membangun sebuah masjid dan sekolah mengaji buat anak-anak Indonesia, tepat di tengah-tengah Kota Houston. Dia sendiri menjadi salah satu pengajarnya. Dia mengajar anak-anak Indonesia di Houston mengaji (baca Alquran) di sela-sela kesibukannya mengurus perusahaan di mana dia sebagai pemilik sekaligus pimpinan tertinggi. Dengan begitu dia mengingatkan anak-anak Indonesia untuk selalu ingat dari mana mereka berasal, dan berpegang pada rel agama.

Sebelum menjabat menteri, soal kewarganegaraan sudah dibereskan. Archandra adalah WNI. Dan dia sudah melalui litsus yang berliku untuk bisa masuk jajaran kabinet Presiden Jokowi. Archandra meninggalkan kenyamanan dan semua urusannya di AS untuk bisa mengabdi pada tanah air dan bangsanya. Dia pun bekerja dan menjalankan amanah secara lillahi ta'ala. Dia siap kapanpun amanah itu diminta kembali.

Di satu sisi, ESDM memang kementerian di mana banyak politisi ingin memasukkan orangnya. Kementerian ini selain butuh orang yang sangat berkompeten juga basah, sehingga banyak diincar. Baru dalam hitungan hari, Menteri Archandra langsung membenahi sana-sini. Dia bersikap keras, ketat dan teliti pada setiap investasi di bidang ini. Indera penciumannya juga tajam mencium setiap aroma korupsi. Sangat pantas diduga hal ini menjadi alasan pihak lawan menyerang melalui setiap celah, termasuk soal kewarganegaraan ini.

(Sumber: Status Facebook Niken Satyawati)

Saturday, August 13, 2016 - 23:00
Kategori Rubrik: