Ganjar versus Sudirman Said

Oleh : Damar Wicaksono

Dalam 2 debat pilgub Jateng, nampak sekali Pak SS tak punya amunisi atau altrnatif peogram kerja selain menyerang mas Ganjar dari disebutnya dia dalam kasus E-KTP. Naifnya, dalam 2x debat itu, data dan fakta yang ditampilkan oleh Pak SS dipatahkan dengan mudah oleh mas Ganjar dan Gus Yasin. Seperti coretan saya semalam

Sebetulnya, Pak SS bisa fokus pada rekam jejaknya saja. Dia adalah seorang akuntan yang punya rekam jejak lumayan bagus. Ia pernah menjadi deputi kepala BRR Aceh pasca tsunami 2005 (2005-2008). Lalu diangkat menjadi Dirut Pindad (2014) dan menteri ESDM (2014-2016)

Saat ia menjadi Men ESDM, kebetulan orang trdekat dan beberapa sahabat menjadi anak buahnya. Secara umum, kerja pak SS versus Pak Jonan dinilai lebh bagus Pak SS. SS membangun sistem baru setelah ESDM dihajar kasus korupsi wamen dan pak Jero Wacik dalam 2 tahun (2012-2014).

(Hal di atas bisa jadi karena Pak Jonan memang figur seperti mesin diesel. Lihatlah hasil kerjanya di KAI dan Kemenhub. Tak bs langsung bagus. Layaknya timnas Jerman)

Di lain sisi..
Mas Ganjar adalah macan panggung. Bersama Ahok, rekan duetnya di komisi II (pemerintahan dan Kependudukan), mereka menjadi duet maut yang mmembuat mati kutu wakil pemerintah dalam membuat beberapa UU. Apalagi dia memang eks konsultan hukum.

Ahok pernah menyatakan bahwa mas Ganjar adalah seorang yang bersih. Tak mau bermain anggaran. Trmasuk dalam kasus E-KTP. Saya percaya

Kinerja mas Ganjar dalam 4,5 tahun ini?
Menurut saya, yang mash kerap pulang ke Semarang dan berbincang dgn banyak kawan, tak buruk2 amat. Dibilang bagus banget juga tidak. Apalagi ia diusung oleh PDIP, yang sudah lama menguasai Jateng.

Ibu saya bahkan kaget saat tau beberapa jalan provinsi yang sudah lamaaa banget ngga trsentuh, diperbaiki pemprov.

Sama seperti Jokowi, fokus Ganjar di periode pertamanya adalah membangun infrastruktur dasar dan pemberdayaan ekonomi. Jalan provinsi, irigasi (yang jatah pemprov) dan juga kredit UMKM dan petani. Kemiskinan dan pengangguran jelas turun.

FYI..
Kredit KUR milik Bank Jateng brbunga paling rendah dari bank daerah or BPD dimanapun. Cek saja misalnya bunga kredit dari Bank DKI untuk Oke Oce

Jadi..
Butuh kerja keras bagi SS dan mbak Ida untuk mengalahkan mas Ganjar-Gus Yasin di kandang Banteng

Lagipula..
Karakter warga Jateng sudah jelas berbeda dengan warga Jakarta. Koq ya masih saja ada upaya meniru strategi pilkada DKI di Pilgub Jateng.

Kalo strategi nyerang nyerang dan nyerang dalam debat masih dilakukan, warga Jateng ngga bakal simpati.

Wong Jateng nek wes rak seneng, ngomongnya di belakang

Lihatlah kekalahan pak Bibit pada pilgub 2013. Mas Ganjar baru ditunjuk bu Mega 3 bulan sebelum pemilihan. Kampanye 2 bulan saja tapi mas Ganjar bisa menang. Salah satu alasannya adalah Pak Bibit dianggap kurang lembut thdp bawahan (birokratnya). Juga beliau dianggap membangkang dari PDIP

*kampanye pilgub Jateng 2013 juga melambungkan mbak Puan sebagai leader yg efektif. Puan menjadi ketua pemenangan Ganjar Pranowo yang berhasil mengubah kecilnya elektabilitas menjadi kemenangan hanya dalam 2 bulan. Jauh dari kesan dia ngga bisa kerja dalam kabinet ini

**

Oke..
Semoga kerja kawan2 baik di tim mas Ganjar menuai keberhasilan. Kuncinya jangan sombong dan tetao rendah hati

Insya Allah suara mas Ganjar minimal 70%

Sumber : facebook Damar Wicaksono

Friday, May 4, 2018 - 13:15
Kategori Rubrik: