Galak

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Salah satu mental aktifis dakwah yang saya rasakan adalah daya juang militannya.

Kalau sudah memperjuangkan apa yang mereka inginkan, militansinya dikerahkan habis-habisan.

Tidak perduli berhadapan dgn siapa dan tidak lihat kanan kiri, pokoknya hajar saja, siapa pun yang dalam dugaan mereka anggap ingin menghalangi misi dakwah mereka.

Misal yang sederhana, ketika saya sumbang saran bahwa seorang aktifis itu bagusnya sih belajar agama lebih dalam. Sebelum mikirin umat misalnya, kenapa nggak mikirin ilmu agamanya dulu. Maksudnya biar langkah dakwahnya tidak ngasal, tapi bertumpu di atas ilmu yang kuat.

Eh, bukannya terima kasih, malah saya dihabisi dan dikuliti hidup-hidup. Logika saya malah dibalik, buat apa punya ilmu kalau sombong. Gitu ajakan saya dibalas.

Saya juga pernah dinasehati mereka. Mereka bilang bahwa kita tidak perlu ilmu agama yang terlalu mendalam, yang penting justru komitmen kita pada Islam dan perjuangan menegakkannya.

Yang lain juga pernah mencibir saya sambil berkata, Islam itu simpel dan sederhana, jangan dibikin jadi rumit dan ribet, pakai kudu belajar berbagai disiplin ilmu segala. Buat apa?

Yang penting iman dan amal serta ikhlas. Sedangkan ilmu tidak terlalu penting.

Dan bla bla bla. Pokoknya saya kenyang dinasehati dari sana sini.

Intinya ingin menolak dan menentang apa yang saya serukan agar mendalami ilmu-ilmu keislaman secara serius.

Sebenarnya jawaban dan argumen macam otu tidak terlalu asing di telinga saya. Sebab dulu pun saya juga kayak gitu juga.

Jadi menghadapi gaya macam gini saya kayak lagi buka album nostalgia dan menonton diri saya sendiri.

Ya, dulu kelakuan saya kayak gitu itu. Omong besar tentang Islam, dakwah dan perjuangan membela Islam, tapi sebenarnya faqir dan miskin ilmu.

Kalau ngaji di kalangan internal, kayaknya hanya kami saja yang benar. Pendapat yang datangnya bukan dari kami, jelas dipastikan salah, keliru dan batil.

Satu lagi yang juga tidak ada duanya, yaitu saya ini kudu galak dengan siapa saja. Sebab sosok Islam itu harus berwibawa, ditakuti dan disegani, baik oleh kawan atau pun lawan.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Wednesday, July 1, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: