Gagalnya Bos Ninja Hitam Membuat Kerusuhan Nasional Di May Day

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

SEKELOMPOK ninja berbaju hitam dikabarkan serentak membuat kerusuhan dengan vandalisme di berbagai kota di Indonesia. Mereka mendompleng aksi demo kaum buruh yang mayoritas dari kelompok KSPI pimpinan Said Iqbal saat Mau Day Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2019 kemaren. Di Bandung, Malang, Surabaya, Makassar dan berbagai kota lainnya mereka beraksi.

Siapakah mereka ?
Dengan melihat serentaknya mereka berbuat keonaran dengan kostum yang sama bahkan terlihat senada dengan massa berbaju hitam yang membuat kerusuhan di event hari buruh di Paris dan berbagai kota besar di dunia, sangat tidak masuk akal kalau mereka hanya melakukan aksi spontan. Saya haqul yaqin mereka adalah gerombolan massa yang terorganisir secara sistematis.

Strategi kelompok ini terlihat kedodoran karena begitu mudah digulung oleh pihak kepolisian. Ini menandakan perencanaan aksi ini dibuat oleh 'master mind' secara terburu-buru dan tidak dipersiapkan dalam jangka waktu yang lama sebelumnya. Akibatnya perbuatan konyol mereka tidak berdampak apa-apa dengan kata lain gagal total mengacaukan negara.

Mengapa mereka tidak menyerang masif di Jakarta ? Saya menduga mereka hanya ingin mengesankan bahwa kegiatan ketidakpuasan terhadap Pemerintahan Jokowi itu berlangsung masif serentak di seluruh Indonesia. Ada kemungkinan juga aksi ninja hitam ini tidak mendapatkan "restu" dari penguasa Jakarta karena akan merepotkan kelompok mereka sendiri. Disamping itu mungkin mereka juga mempertimbangkan ketatnya antisipasi aparat keamanan negara yang sudah begitu siap mengamankan Jakarta.

Sangat tidak mungkin akal sehat kita untuk tidak mengkaitkan aksi massa ninja hitam ini dengan kelompok tertentu yang merasa tidak puas dengan hasil Pilpres 2019. Karena kita melihat dengan terang benderang kegiatan kelompok ninja hitam ini bersamaan dengan "ijma'ulama" jilid 3 yang seperti sudah saya prediksi outputnya terkait dengan Pilpres 2019.

Lepas dengan gagalnya aksi ninja hitam ini memprovokasi adanya kerusuhan massal. Saya sangat menyayangkan gagalnya aparat intelijen negara mengendus rencana busuk pergerakan kelompok ninja hitam ini untuk mendompleng demo May Day di Indonesia.

Secara pribadi saya memberikan apresiasi kepada aparat Polri dalam menggagalkan aksi meluas kelompok ninja hitam ini. Dan saya berharap Polri tidak sekedar memberikan hukuman kepada anak-anak bau kencur yang diberikan kostum ala ninja ini. Tapi juga berani secara tuntas mengungkap siapa dalang di balik aksi ninja hitam ini.

Karena pergerakan ninja hitam yang sporadis di beberapa titik, rasanya tidak mungkin mereka tanpa dukungan logistik yang kuat. Saya yakin anak-anak ini diberikan kompensasi yang sifatnya pra-bayar. Sehingga Polri bisa dengan mudah menelusuri ke atas siapa yang mengorganisir dan membayar mereka dan pada akhirnya membuka kedok sang cukong.

Jangan-jangan aksi ninja ini hanya 'test case' dari kelompok brutal ini bagi aparat keamanan untuk aksi mereka yang lebih meluas saat pengumuman KPU pada 22 Mei 2019 nanti. Siapa tahu ?

Tapi saya sangat yakin dengan antisipasi aparat kepolisian yang diback-up TNI apalagi kalau didukung penuh aparat intelijen untuk menjaga segala kemungkinan yang bakal terjadi. Jadi nyenyak sekali tidurku.

Selamat mengendus-endus Pak Intel !!!

Salam SATU Indonesia

Sumber : Status Rudi S Kamri

Thursday, May 2, 2019 - 12:15
Kategori Rubrik: