Ga Percaya Rekapitulasi?

ilustrasi

Oleh : Pramono U Thanthowi

Hingga sore ini telah selesai Rekapitulasi Nasional hasil penghitungan suara dari 30 Provinsi. Tinggal Sumut, Riau, Maluku, dan Papua yg akan dibahas malam ini atau dlm bbrp hari ini. Batas akhirnya 22 Mei 2019.

Proses rekapitulasi dimulai dari tingkat kecamatan, untuk merekap hasil2 penghitungan suara tiap TPS (Form C1). Lalu naik ke rekapitulasi tingkat kab/kota, utk merekap hasil2 Pemilu tingkat kecamatan (Form DA1). Berikutnya naik ke rekapitulasi tingkat provinsi, utk merekap hasil2 Pemilu tingkat kab/kota (Form DB1). Dan terakhir rekapitulasi tingkat nasional, utk merekap hasil2 Pemilu dari tiap provinsi (Form DC1). Hasil rekap nasional, yg akan ditetapkan secara resmi oleh KPU, dituangkan dlm Form DD1.

Di setiap jenjang, proses rekap dihadiri oleh Bawaslu dan saksi2 (Paslon, Parpol, Calon DPD). Hasil rekapitulasi di setiap jenjang (Form DA1, DB1, DC1, dan DD1) selain ditandatangani (ttd) semua Komisioner KPU, juga di-ttd oleh saksi2 (yg bersedia). Selain itu, semua hasil rekap berjenjang tadi (Form DA1, DB1, DC1, dan DD1) juga dibagikan ke Bawaslu dan saksi2.

Oleh karena itu, di setiap jenjang rekap itu Bawaslu dan saksi2 telah memegang bahan yg akan direkap (dari jenjang di bawahnya). Jika ada selisih suara dlm proses rekap, Bawaslu dan saksi2 dapat menyampaikan keberatan. Masing2 pihak tinggal memperlihatkan datanya utk diperiksa secara bersama2.

Jadi adu data, yg resmi diatur dlm UU Pemilu, dilakukan di forum rekapitulasi secara berjenjang. Di forum itulah akan dibuktikan data siapa yg valid, dan apakah klaim salah satu pihak didukung dg data2 yg akurat. Adu data di luar forum rekap (dan persidangan MK) tdk akan mempengaruhi proses pemilu sama sekali.

Demikian proses rekapitulasi dan penetapan hasil2 pemilu 2019 secara resmi.

Sumber : Status Facebook Pramono U Thantowi

Monday, May 20, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: