G O L P U T

ilustrasi

Oleh : Anita Martha Hutagalung

Apa sih golput itu? 
Aku tanya sama tetangga, teman , sodara. 
Hampir semua menjawab sama ,
Golput itu artinya 
Nggak nyoblos
Nggak ke TPS 
Karena males.

Haddeh. 
Padahal istilah golput itu kan muncul tahun 1971.
Saat itu sebagai tanda perlawanan terhadap penguasa dan ABRI yang terang-terangan mendukung secara politis salah satu partai. 
Rakyat dibawah "tekanan"
Maka ada sekelompok orang yang tidak setuju pada hal tersebut, 
Menganjurkan masyarakat untuk datang ke TPS untuk tetap menyoblos. 
Tetapi coblos jangan pada bagian gambarnya, 
Melainkan bagian kertas putihnya saja. 
Biar batal gitu loh. 
Jadi kertas surat suara tidak bisa dimanipulasi. 
Karena sudah jelas hitungan jumlah yang di coblos sah dan yang dicoblos (putih) batal.
Itulah yang disebut golongan putih.

Situasi saat ini sudah jauh berbeda. 
Kita hidup dialam demokrasi yang memang merdeka. 
Bukan dibawah tekanan seperti jaman orde baru. 
Lalu kalau ada yang masih golput itu maksudnya apa coba?

Aku sih orangnya simple dan gak beperan. 
Tujuan hidup jelas ada. 
Tujuanku pas tanggal 17 April 2019 pun ada. 
Ya ke TPS lah. 
Pemilu bagiku bukan lagi soal HAK dan KEWAJIBAN. 
Tapi itu adalah kebutuhan. 
Aku butuh pemimpin yang menurutku bisa kupercaya untuk memenuhi hakku sebagai rakyat, sebagai warga negara di Republik ini.

Nah kebutuhanmu apa? 
Tentu setiap orang punya ekspektasi berbeda tentang pemimpinnya. 
Tinggal kau pilihlah pulak mana yang paling mendekati dari ke dua pasangan kandidat.
Coblos dengan yakin. 
Selesai 
Gampang kalipun.

Trus kalau kamu golput itu buat apa coba? 
Soor-mu aja yang kau bawakkan. 
Hasilnya tak ada. 
Golput itu pas kayak orang masturbasi, 
orang cuma kebagian lendirnya doang. 

Sumber : Status Facebook Anita Martha Hutagalung

Monday, January 14, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: