Full days School ala Muhadjir Gedabrus

Oleh : Awan Kurniawan

Langkah Muhadjir yang tetep ngotot dengan Full days school, adalah sebuah tantangan untuk menguji hasil tirakatan Kyai dan para Gawagis NU.

Tradisi yang terus di pertahankan dan berlangsung berabad abad terancam runtuh atas nama pendidikan karakter. Entah apa yang ada di otak Muhadjir berani melawan perintah Presiden.

Bicara pendidikan Karakter, jangan ajari para Santri itu tentang akhlaq dan budi pekerti. Adab dan etika mereka standarnya jelas, memiliki referensi primer yg bersumber dari kanjeng Nabi.

Referensi itu di kaji, di telaah d pahami secara bertingkat, paling dasar Akhlaqul banain, meningkat adabul taklimu wal mutaalim, meningkat lagi sulamut taufiq, meningkat lagi Tanbighul ghofilin, naik lagi nashoihul ibad, berlanjut hingga ihya ulumudin. Bagi santri akhlaq , budi pekerti dan berkarakter luhur itu dimensinya Transenden. Anak berani membentak, banyak berleha leha, kurang ajar dan tidak patuh pada orang tua itu dimensinya dosa. Dan itu di praktekan dalam di siplin ketat. Yang seperti ini mau ente robohkan dan hancurkan Djir!!??

Lha ente Muhadjir, bicara pembentukan karakter di sekolah aja masih bingung siapa nanti yang mau ngajar. Kita semua tahu Indonesia kekurangan stok guru Agama dan Budi pekerti. Nah ini ente malah buat kebijakan yang bakal memberangus gudangnya guru agama dan budi pekerti yang telah di tempa berjenjang selama bertahun tahun di pesantren.

Jangan ajari santri tentang doktrin manfaatkan waktu luangmu untuk belajar, mereka sejak dini di tanam kan belajar itu sepanjang hayat " Tanalul Ilma bi Sittatin, salah satunya kudu Tuulil jaman.

Muhadjir, jangan gedabrus ente di wiridi Hidzb nashor jam'iyah NU sak Indonesia bisa kelar idup ente. Hanya satu kata tolak Full days school...**

Sumber : facebook Awan Kurniawan

Friday, August 11, 2017 - 12:30
Kategori Rubrik: