Front Pembela Islam

ilustrasi

Oleh : Muhammad Abdul Kadir Martoprawiro

1.

Dulu rasulullah tidak membuat piagam Madinah bersyariah. Yang luar biasa dari rasulullah, walaupun semua sahabat mengakui, bahwa rasulullah selalu dipandu oleh Allah, tapi dalam soal hidup bersama dalam masyarakat plural, beliau mengajak wakil semua kelompok di Madinah, untuk duduk bersama merumuskan piagam Madinah.

Rasulullah tidak memulai kehidupan bersama di Madinah, dengan klaim bahwa sayalah yang paling tahu apa yang paling baik untuk kehidupan bersama. Beliau mengajak semua kelompok untuk duduk sama tinggi berdiri sama rendah, untuk merumuskan landasan bersama, secara bersama. Dan founding fathers bangsa kita yang muslim, telah meneladani rasulullah saat merumuskan landasan negara kita, tanpa klaim bahwa kamilah yang paling tahu maka kami harus diikuti.

Ketika beberapa kelompok Yahudi dihukum, alasannya bukanlah karena melanggar Quran. Lha, yang tidak meyakini Quran tentu saja tidak bisa dihukum dengan landasan Quran. Kelompok Yahudi itu dihukum karena melanggar kesepakatan bersama, yaitu piagam Madinah (dalam bahasa Inggris: the constitution of Medina).

2
Rasulullah saja menggunakan landasan yang sudah disepakati bersama untuk kehidupan masyakarat plural. Mengapa FPI yang mengaku meneladani rasulullah, tidak mau menggunakan saja landasan bersama yang sudah disepakati yaitu Pancasila, UUD, dll? Mengapa harus menciptakan “NKRI bersyariah”?

NKRI adalah NKRI. Seperti juga piagam Madinah adalah piagam Madinah, bukan yang bersyariah. Bersyariah itu, yang berlandas Quran, hanya untuk mereka yang meyakini Quran, yaitu umat Islam.

Memang, dalam merumuskan kesepakatan bersama, perwakilan muslim boleh menggunakan nilai-nilai yang difahaminya dari Quran. Seperti juga umat Katolik boleh menggunakan nilai-nilai Katolik. Tapi setelah menjadi kesepakatan bersama, tidak perlu disebut NKRI bersyariah, atau NKRI berwatak Vatikan. NKRI adalah NKRI.

3
Yang penting dalam kehidupan bersama, umat Islam tidak dilarang untuk hidup sesuai panduan Quran. Umat Katolik tidak dilarang untuk hidup sesuai panduan agamanya. Juga umat yang lain. Tapi kita tidak sedang memperjuangkan NKRI berysariah, atau NKRI berwatak Vatikan, atau NKRI beretos Buddha, dll. Tidak ada perjuangan untuk mengubah landasan bersama, karena kalau itu dilakukan, maka gerakan itu serupa dengan beberapa kelompok Yahudi di masa rasulullah, yang mengkhianati piagam Madinah.

Dan FPI sudah menunjukkan perilaku TIDAK menghargai pilar-pilar kehidupan bersama, dengan lembaga-lembaga formal yang menjaga pilar itu. Dia melakukan penghakiman sendiri, seolah punya hukum sendiri, dengan membongkar warung yang buka di bulan Ramadhan, dll. Mestinya mereka menyerahkannya pada polisi. Kalau ada yang dianggap melanggar landasan bersama, laporkan ke polisi, bukan menjadi hakim di luar sistem yang ada.

MAM

Sumber : Status Facebook Muhammad Abdulkadir Martoprawiro

Saturday, November 30, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: