Framing Pilpres Gagal

ilustrasi
Oleh : Fachri Daulay
 
Prabowo dan seluruh pendukungnya mengalami halusinasi akut.  Hal ini dibuktikan dengan gelaran 3 kali konpers dan syukuran kemenangan di Kartanegara, rumah Prabowo. Padahal berdasarkan hasil quick count yang digelar oleh lembaga kredibel menunjukkan hal sebaliknya. Prabowo keok dengan hanya memperoleh 44% - 46%.
 
Upaya-upaya yang dilakukan Prabowo merupakan framing, menggiring,  membentuk opini terutama agar para pendukung nya yakin bahwa mereka lah pemenang. Upaya itu tidak dilakukan tunggal. Ada tim yang bergerak di medsos, di grup wa,  hingga ke masyarakat awam. Misal di medsos muncul gerakan tagar inaelectionobserversos. Lalu di grup wa menyebutkan bahwa kekalahan mereka karena kecurangan. 
 
Sementara di tingkat grassroot dikampanyekan matikan tv. Inilah upaya cuci otak yang sama-sama dibangun oleh kubu Prabowo untuk membuat masyarakat tidak percaya akan hasil pilpres. 
 
Sudah ada beberapa upaya yang juga menginisuasi delegitimasi KPU. Misalnya beredar video  Rizieq Shihab menelpon Prabowo,  pernyataan people power dan kekalahan 01 di Jatim oleh Amien Rais dan sebagainya. Cilakanya para pendukung 02  main percaya pernyataan2 bohong tersebut. Mereka sama sekali tidak mau cek sendiri, tanya atau memanfaatkan HP mencari informasi valid. 
Pun adanya server KPU di hack. Bagi orang awam, fahamnya kalau dihack apapun hasilnya tidak valid. Padahal server itu hanya tampilkan data bukan sumber data. Analogi nya server itu semacam sound. Dia hanya mengeluarkan suara saja sementara orang dan mik sumbernya tetap aman. 
 
Kita semua harus ikut menjelaskan tentang upaya framing yang dilakukan oleh kubu Gerindra. Kenapa?  Karena pertaruhan nya adalah utuhnya NKRI. Ini sudah bukan lagi tentang Capres, bukan tentang Jokowi, bukan tentang menang kalah namun tentang masa depan bangsa. 
 
Bagi yang punya kesempatan, pengaruh, pengetahuan, ilmu, sampaikan apa yang sesungguhnya terjadi. Negara ini benar-benar sedang diadudomba.
Saturday, April 20, 2019 - 12:45
Kategori Rubrik: