FPI Berniat Susupi Komnas HAM

Zainal Abidin Petir

Oleh : Fajar Arifin Ahmad

Diakui atau tidak, Front Pembela Islam (FPI) merupakan organisasi yang dikenal dengan aksi brutalnya dibandingkan aksi damai dan menolong sesama. Silahkan anda googling dengan kata kunci FPI. Mereka sering muncul menjelang dan di bulan Ramadhan tiba mensweeping tempat-tempat yang diduga maksiat. Kontribusi mereka dibidang kemanusiaan memang ada namun jarang terlihat sebab keberadaan mereka mayoritas di Jakarta dan beberapa wilayah di Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Sedang di Jawa Timur maupun luar Jawa sangat kecil.

Lolosnya Zainal Abidin Petir yang merupakan aktivis FPI Jawa Tengah dalam seleksi administrasi serta tertulis dalam seleksi komisioner Komnas HAM mengejutkan banyak pihak. Pasalnya belum lama yakni 13 April lalu di tempat tinggal Zainal Abidin, akan di deklarasikan FPI Semarang. Namun niatan itu dibatalkan polisi karena beberapa elemen masyarakat Semarang menentangnya.

Mereka yang mengatasnamakan Patriot Garuda Nusantara bersama elemen lain mendesak kegiatan tidak dilanjutkan. Kapoltabes Semarang meminta kegiatan dihentikan. Meski Zainal berdalih sebagai warga dia punya hak melakukan pertemuan namun polisi meminta kegiatan dihentikan. Kepada media Zainal menyatakan dia punya hak untuk mendaftar dan menjadi komisioner. Logika yang dikemukakan Zainal memang benar tapi kurang tepat. Sebagai warga negara siapapun punya hak sepanjang tidak sedang dicabut haknya oleh peradilan namun apakah hak itu tidak menciderai masyarakat. Ibaratnya motor kita mau ganti knalpot model apapun dengan suara keras tentu itu hak. Motor itu bebas kita kendarai kemanapun karena memang surat maupun kelengkapan kendaraan terpenuhi. Tapi apakah soal suara knalpot tidak mengganggu pengendara lain?

Kedua, Zainal beralasan ingin membawa Komnas HAM menjadi institusi lebih bermartabat, memperjuangkan orang-orang termarjinalkan. Sebuah argumentasi yang sulit diterima karena yang melontarkan tim advokasi FPI Jateng. Selama ini, FPI sering melakukan kegiatan yang menjadi ranah aparat kepolisian dengan tindakan yang melanggar hukum. Banyak yang bisa kita saksikan diberbagai video youtube kiprah FPI ketika menemukan miras, menggrebek perjudian, masuk diskotik dan berbagai kegiatan lain.

Itu bukti mereka sendiri yang menyerang masyarakat yang seringkali meski melakukan tapi tetap saja tindak kekerasan dilakukan. Jadi dimana memperjuangkan orang termarginalkannya? Bagaimana membuat Komnas HAM lebih bermartabat jika Zainal berada disebuah institusi atau ormas yang mencampakkan martabat orang atau kelompok lain?

Ketiga, alasannya bergabung ke FPI dilandasi niatan amar ma’ruf dan nahi munkar. Bisa disebut ormas Islam lain yang tidak melandasi kegiatannya amar ma’ruf nahi munkar? LDII, MTA, Naqsabandiyah, Muhammadiyah bahkan NU tentu sesuai ajaran agama ya harus amar ma’ruf nahi munkar. Mengapa dirinya tidak bergabung ke ormas lain? Apakah ormas-ormas diluar FPI ada yang setuju dengan hal-hal yang tidak sesuai syariat Islam? Tidak. Silahkan di cek, sampai hari ini sudah banyak masyarakat diberbagai wilayah menolak keberadaan FPI. Mengapa? Karena memang kekerasan yang dilakukan oleh FPI justru merusak nama Islam itu sendiri.

Belum lagi, tokoh panutan FPI Rizieq Shihab kini sedang dicari polisi dengan kasus dugaan chat mesum dengan seorang perempuan serta saat ini kabur keluar negeri. Siapapun bisa kena masalah namun yang dihadapi Rizieq adalah masalah yang menyangkut jati diri seorang muslim. Sangkaan itu bukannya dihadapi tetapi memberi contoh yang tidak baik, kabur. Padahal Rizieq di FPI sudah menjadi pemimpin besar. Koq bisa seorang pemimpin dalam sebuah organisasi tidak memberi contoh yang baik. Nilai-nilai Islam justru malah tidak terlihat baik dalam prilaku, tutur kata, sikap hingga keteladanan. Lihat saja bagaimana pimpinan FPI itu ketika berbicara. Sudah ada 9 kasus yang harus dihadapi oleh pria yang hingga kini tidak berani menampakkan batang hidungnya.

Masyarakat tidak boleh diam melihat ini semua. Masyarakat harus menyampaikan keberatannya kepada panitia seleksi Komnas HAM supaya pencalonan Zainal Abidin bisa digagalkan. Masyarakat harus digalang untuk melawan pencalonan Zainal ini. Jika tidak, kasus tidak koordinasinya Pigai, salah satu anggota Komnas HAM yang menyatakan sanggup menemui Rizieq di Arab Saudi bakal terulang. Faktanya apa yang disampaikan Pigai adalah pernyataan pribadi bukan secara kelembagaan.

Maka dari itu, silahkan masyarakat beramai-ramai mengirimkan keberatan kepada komnas HAM dengan menuliskan email ke pansel@komnasham.go.id. Sampaikan 3 point utama yakni penolakan pada kandidat bernama Zainal Abidin, alasan menolak dikarenakan keterlibatannya di FPI dan terakhir meminta pansel lebih hati-hati serta teliti membedah latar belakang calon-calon komisioner. Agar di periode mendatang Komnas HAM tidak dihuni para perusak HAM itu sendiri.

Sumber : Status Facebook Fajar Arifin Ahmad

Wednesday, May 17, 2017 - 15:30
Kategori Rubrik: