Foto Sholat 5 Jenderal Booming di Media Sosial

Jenderal berjamaah

Luar biasa, itu kata yang langsung meluncur dari mulut saat melihat foto 5 Jenderal melakukan sholat berjamaah. Mereka adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAD Jenderal TNI Mulyono, KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tampak mereka berjamaah disebuah ruangan yang cukup luas dan dilakukan disela-sela rapat. Tidak terlihat orang lain. Sholat itu dipimpin oleh Laksamana TNI Ade Supandi.

Kenapa sholat dipimpin oleh Laksamana Ade Supriadi? Tentu mereka sudah saling kenal dan tahu siapa yang secara agama pantas menjadi imam. Terlihat tidak harus pangkat tertinggi yang harus menjadi imam (Panglima TNI). Kebetulan, yang paling lama menjabat ya KSAL yang sejak 31 Desember 2014 sudah menjabat sementara yang lainnya tahun 2015 bahkan Kapolri baru saja dilantik. Dilihat dari sisi umur, yang paling tua adalah KSAU (57), sedang KSAL dan Panglima TNI sama-sama 56 tahun. Sementara usia KSAD 55 tahun sementara Kapolri merupakan pejabat berbintang 4 paling muda diantara mereka, 51 tahun.

Entah siapa yang mengambil gambar mereka sholat berjamaah, setidaknya Redaksi Indonesia menemukan status ini semalam di facebook Tommy Setiawan. Makin siang, share foto ini kemana-mana. Sungguh gambar ini makin membuktikan bahwa tuduhan orang jika Rezim Jokowi pro China, mendukung Komunisme merupakan fitnah yang sangat keji.

Bagaimana tidak, para pemfitnah itu cuma asal bicara, asal share berita dari situs abal-abal, asal comot katanya-katanya dan tidak membuktikan apapun. Disisi lain, Presiden Joko Widodo secara profesional menunjuk orang-orang yang secara kapasitas mumpuni. Tidak hanya itu, mereka ternyata juga sangat religius.

Belum pernah sama sekali kita menemukan para Jenderal baik TNI maupun Polri yang kebetulan beragama sama melakukan ibadah bersama-sama. Silahkan cek, bila hari besar biasanya mereka melakukan ibadah di kesatuan masing-masing. Dalam foto inipun terlihat mereka berjamaah disela-sela rapat. Kenapa begitu? karena mereka bisa berbarengan. Tidak mungkin mereka janjian. Merinding dan merasa bangga ternyata pimpinan kita betul-betul sangat agamis. Mereka menjaga tidak hanya tanggungjawab yang diemban tetapi secara pribadi mereka punya tingkat keimanan yang sungguh patut kita apresiasi.

Hal ini makin membuktikan Indonesia masih sama seperti saat kita mendirikan Negara, tidak ada yang mempengaruhi bahkan untuk pro komunis. Sudah sejak era Soeharto negara ini memiliki sistem kerjasama dengan luar negeri yang bebas aktif. Jika banyak orang menuduh kita sudah pro China bahkan komunis, orang itu sungguh patut dikasihani.

Tuesday, July 26, 2016 - 17:15
Kategori Rubrik: