Foto Ahok

ilustrasi

Oleh : Sahat Siagian

Saya menyatakan telah mengakhiri tulisan mengenai politik kecuali sebuah keadaan-memaksa memanggil. Sudah saatnya kita beralih..

Meski tulisan saya mengenai Jokowi selalu mendatangkan seribuan likes, saya merasa sudah cukup. Biarkan Jokowi-Makruf bekerja. Kita membincang barang lain saja. Apalagi, sudah lama saya gak menghujat gereja.

Tapi foto Ahok yang berseliweran sore kemarin mengusik saya untuk berkomentar.

Foto pertama adalah screencap dari layar televisi: Ahok menghadiri sidang paripurna MPR pelantikan Jokowi-Makruf. Dia duduk di belakang keluarga Jokowi. Ahok mengenakan dasi berwarna merah.

Foto kedua menunjukkan Ahok menjabat erat tangan Jokowi dengan tawa meriah. Para pembaca terkecoh, menduga itu foto di depan gedung MPR pasca-pelantikan. Padahal jelas terlihat dasi yang dikenakan Ahok bukan berwarna merah.

Tapi foto yang terakhir tersebut disambut heboh warga maya. Mereka yakin bahwa kedua sahabat memang tak terpisahkan. Tanpa ragu mereka membagikannya bahkan ke ribuan newsfeed. Saya mengusap dada.

Sudah berkali-kali saya ingatkan kita semua untuk berhati-hati membagikan apa pun. Saya sendiri sempat tergelincir akhir pekan kemarin. Seorang kerabat bermarga Siagian membagikan foto lawas, yang dia kira merupakan situasi terkini di sekitar PLTA Asahan. Rasa sepenanggungan sebagai orang Batak menggugah saya untuk membagikannya. Beberapa teman lalu menegur bahwa persoalan tersebut sudah selesai sejak 2017. Saya terpana.

Saya bodoh. Siagian satu itu memang tidak pernah menyebar hoax. Tuturannya cukup terpelajar. Saya percaya saja tanpa memeriksa data yang dia ajukan lalu menyebarkannya sembari mentag Pak Jokowi. Ternyata saya keliru.

Dari situ saya belajar. Entah Tuhan pun yang berwarta, saya harus memeriksanya lebih dahulu sebelum ikut menyebarkan. Itu adab orang berpendidikan. Status, pangkat, jabatan, gelar--mau yang maha kuasa sekali pun, tak boleh jadi penentu kepastian. Periksa!

Tapi, atas foto Ahok bersalaman dengan Jokowi tersebut, sebuah tanya terbit di dada: apa maksud si pemosting?

Pesan apa yang ingin dia sampaikan?

Apakah itu salah satu kejutan pagi ini dari Istana Negara?

Mari kita ikuti dengan jantung berdebar.

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Monday, October 21, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: