Formula Kecemerlangan Hidup

REDAKSI INDONESIA - Rumus pertama untuk meraih kecemerlangan hidup, adalah mengerti secara tepat mengenai pengertian tentang sukses.  Pengertian secara umum, sukses adalah ketercapaian sebuah tujuan atau cita-cita. Kita bisa menemukan realitas, bahwa tujuan atau cita-cita seseorang umumnya dipengaruhi oleh konsep yang telah berlaku di masyarakat lalu masuk ke dalam memori seseorang dan membentuk pola nalar, pola rasa dan pola laku.  Pembentukan ini terjadi melalui proses pendidikan di dalam keluarga,  di lingkungan dan di sekolah.

Maka, seringkali terjadi, orang berbicara tentang sukses tapi mereka tak mengerti secara tepat sukses itu apa. Mereka hanya mengikuti sukses menurut pengertian banyak orang yang belum tentu tepat.  Dan ketika itu diikuti, sukses dan hidup cemerlang malah menjauh.

Sejatinya, secara esensial, sukses adalah keadaan ketika seseorang bisa mengetahui destiny pribadinya dan mampu memenuhi destiny itu dengan kosisten di dalam kehidupannya.   (Catatan:   Destiny (Eng) = Takdir (Arb) = Pepesthen (Jw) = Garis Ketetapan atau Kepastian Hidup (Ind) = Cetak Biru atau Blue Print Kehidupan)

Setiap orang pasti memiliki cetak biru kehidupan masing-masing.  Maka baromater akurat kesuksesan adalah sejauh mana seseorang dapat memenuhi cetak birunya itu.

Secara esensial bisa dijelaskan sebenarnya ukuran kesuksesan bukanlah pencapaian materi,  yang berupa kepemilikan harta, jabatan, atau diraihnya kegemerlapan hidup.  Untuk perkara ini, tidak ada hitungan dan ukuran yang sama bagi setiap orang, karena setiap orang memiliki destiny sendiri.  Kita tidak bisa menilai kesuksesan orang yang berbeda dengan cara dan ukuran yang sama.  Tidak setiap orang yang bergelimang harta dan punya jabatan tinggi bisa dikatakan sukses.  Sebaliknya, juga tidak bisa begitu saja dikatakan bahwa orang yang hidup bersahaja adalah orang yang gagal.

Oleh karena itu maka ukuran sukses secara esensial dan berlaku bagi setiap orang adalah kesanggupan/ kemampuan/kapabilitas seseorang dalam:

  • Menangani dan mengatasi (to handle and to overcome – Eng, Ngregem – Jw)  setiap perkara hidup yang sedang dihadapi dan tahu solusi yang tepat untuk persoalan itu;
  • Memberikan atau membuahkan karya yang berguna bagi lingkungan baik itu manusia maupun keberadaan yang lain.

Siapapun yang bisa memenuhi kriteria di atas, tak peduli orang tersebut memiliki uang berapa dalam rekening banknya atau malah tak punya rekening bank sama sekali, entah orang tersebut seorang pejabat tinggi di pemerintahan atau sekadar petani kecil, ia layak disebut sebagai orang sukses.

CARA PASTI

Orang yang ingin meraih kesuksesan, umumnya terkendala ketidaktahuan akan cara yang pasti untuk sampai ke titik sukses tersebut.  Siapapun yang terkendala perkara ini, perlu memperluas wawasan atau cakrawala nalar sehingga bisa mengetahui dengan akurat kausalitas untuk sebuah kesuksesan.  Pembelajaran terus menerus akan realitas hidup yang membuat kita mengerti akan karakter kehidupan ini dan hukum kausalitas yang berjalan di dalamnya, membuat kita mengerti dengan pasti apa yang perlu kita lakukan untuk bisa meraih sukses dan mencetak kecemerlangan hidup.

Setiap orang perlu meninggalkan cara bernalar spekulatif dalam meraih kecemerlangan hidup, yang disimbolkan dengan perkataaan “saya akan mencoba”,  “semoga berhasil” atau “mudah-mudahan sukses”.  Sebaliknya, kita perlu punya kesadaran penuh bahwa setiap orang memiliki jalan yang pasti untuk sukses, dan itu bisa diketahui.  Sebagaimana ada kausalitas yang pasti dalam peristiwa pemanasan sepanci air, demikian pula ada kausalitas pasti dalam tindakan untuk meraih sukses.  Sebenarnya bisa dinalar secara gamblang, mana tindakan yang mengantarkan kita pada kecemerlangan hidup dan mana yang mengantarkan pada situasi sebaliknya.  Setiap orang yang telah bertindak optimal untuk mengenali cetak biru hidupnya, dan hidup selaras dengan cetak biru itu, pasti berhasil.  Setiap orang yang telah menabur tindakan yang tepat dalam setiap kesempatan yang dimilikinya, pasti berhasil. 

Setiap tindakan pastilah punya konsekuensi logis, dan itu bisa dievaluasi dengan akurat.  Orang pasti gagal dalam hidupnya ketika memiliki pola nalar yang terdistorsi, kegamangan sikap dan kekeliruan tindakan.  Itu kausalitas dalam hidup yang tak bisa dibantah siapapun.  Mereka yang nalarnya terdistorsi perlu diruwat nalarnya.  Ruwatan intelejensia memastikan pemulihan nalar dari situasi terdistorsi itu, sehingga siapapun kemudian bisa bersikap mantap (dalam terminologi Jawa disebut “madhep mantep tan kena mayang tumoleh.”), dan bertindak tepat dalam kehidupan ini. 

Saturday, November 7, 2015 - 11:45
Kategori Rubrik: