Fix, Lontaran Tanah 430.000 Ha Milik Prabowo Hanya Konfirmasi

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Dalam acara semalam, Pak Jokowi sama sekali tidak menyerang lawan, beliau hanya mengkonfirmasi keseriusan Prabowo yang selama ini selalu mengatakan, "kita menentang penguasaan sumber daya alam, tanah dan kekayaan alam oleh asing, oleh segelintir elit, oleh segelintir orang".

Pak Jokowi tidak menyerang, hanya mengingatkan, "jangan mengigau terus, segelintir elit itu siapa? Bukannya Anda salah satunya".

Kalau lihat Prabowo Sandi, saya teringat film kartun yang saya gemari semasa kecil, peran antagonisnya Jayen dan Suneo mirip sekali Prabowo Sandi.

Kerjaannya tiap hari membully dan mempersekusi Nobita, tapi sebenarnya keduanya cengeng sekali, setiap Nobita membalas dengan bantuan kantong ajaib Doraemon, Jayen dan Suneo lapor ibunya.

Mirip Prabowo Hatta, dan pendukungnya, mulai obor rakyat pada pilpres 2014, sampai saat ini fitnah terhadap Presiden Jokowi tidak pernah terhenti, semuanya menyerang Pribadi, PKI lah, anak haram lah, dari keluarga gak jelas lah, antek asinglah, boneka lah. Ini serangan terhadap pribadi.

Dalam dua debat, ketika Pak Jokowi mengkonfirmasi janji-janji Prabowo yang sok sosialis, mengininkan pemerataan kekayaan, anti kapitalis, Jokowi dituduh menyerang Pribadi. Hey cengeng sekali kalian. Itu bukan serangan terhadap personal, tapi menunjukan janji capres kalian itu omong kosong.

Mengatakan Prabowo menguasai lebih dari 340.000 lahan negara itu memberi tahu bahwa Prabowo yang sok anti elitisime itu sebenarnya seorang elit yang membohongi jutaan pendukungnya.

Dia sebenarnya tidak pro rakyat, tapi pro dirinya sendiri, dan mengajak pendukungnya membantu dia supaya menjadi Presiden, karena dengan cara itu dia, keluarganya dan keluarga mantan mertuanya bisa keluar dari krisis.

Ia kriris. Harta nyaris tidak bertambah, sementara hasil rampokan mereka era orba yang di simpan di Luar negeri, di Swiss dll, diburu Jokowi, melalui tax amnesti dan perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) dengan Kementerian Kehakiman Swiss.

Ayolah kalian jangan cengeng, jangan playing victym dan jangan berteriak jagoan kalian korban persekongkolan kontrasepsi... eh konspirasi.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Tuesday, February 19, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: