Fiqih Kontemporer #2 : Menembus Luar Angkasa

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat, Lc.MA

Ketika manusia bisa menembus luar angkasa, maka muncul fenomena aneh terkait dengan hukum-hukum syariah.

Sebutlah misal yang sederhana, ketika kita naik satelit milik international, ISS, ketinggian mencapai 400-450 km dari permukaan bumi. Dan kecepatannya itu luar biasa cepat meski kita tidak merasakannya.

Astronot NASA, Greg Charnitof mengatakan bahwa ISS berjalan dengan kecepatan 17.500 mil per jam.

Dengan kecepatan itu, ISS mengorbit Bumi dalam kurun waktu 90 menit. Jadi setiap 90 menit sekali atau 1 jam setengah, dia menyaksikan bagaimana matahari terbit.

Kalau dihitung perbandingannya, sehari adalah 24 jam di bumi itu matahari terbit hanya sekali saja. Sedang di ISS awaknya akan merasakan matahari terbit 16 kali dalam hitungan sehari di bumi.

Tentu yang jadi urusan pertama bagaimana menentukan waktu shalat? Kedua, bagaimana jadwal puasa? Kapan sahur, kapan buka? Bagaimana tarawihnya?

Para ulama kontemporer berdebat tidak habis-habisnya. Yang satu bilang, ikut waktu Mekkah saja, sebab Islam turun pertama kali di Mekkah. Yang lain bilang, ikut waktu Cape Cannaveral, sebab terbangnya dari sana. Yang lain lagi bilang, ikut waktu negara si astronot masing-masing.

Tapi saya belum pernah dengar pendapat yang mewajibkan shalat lima waktu tiap 90 menit itu. Kalau sampai ada yang berpendapat seperti itu, berarti si astronot nggak bisa kerja. Soalnya sebentar-sebentar shalat lagi. Baru mau mencet komputer, yah udah kudu shalat lagi.

Terus bagaimana menurut 'sunnah'?

Nah, sudah pasti tidak bisa menjawab, sebab di zaman Nabi SAW belum ada ISS. Tidak ada ayat Quran bicara ISS sebagaimana ISS tidak pernah ada dalam Shahih Bukhari atau Shahih Muslim.

Intinya sepanjang sejarah umat Islam 14 abad ini, belum pernah ada orang yang mengalami terbit matahari tiap 1 jam setengah atau 16 kali dalam sehari. Kejadiannya baru di masa modern ini saja.

Bahkan hewan pun akan kebingungan pastinya. Ayam jantan misalnya, kalau ikut naik ke ISS, maka apakah dalam sehari dia harus kukuruyuk 16 kali? Kan tekor juga dia. Lama-lama bisa serak dan sakit tenggorokan.

Memang sih sudah hafal teksnya, buktinya sambil kukuruyuk, matanya merem. Ngomong-ngomong, tahu nggak kenapa ayam kalau berkokok di pagi hari itu selalu merem?

Ya, karena sudah hafal. Kalau belum hafal, pasti baca teks, minimal ngumpetin contekan. Siapa tahu lupa, jadi jaga-jaga.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA
 
Wednesday, February 26, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: