Fiksi

ilustrasi

Oleh : Efron Bayern

Hari ini kabarnya Rocky Gerung (RG) dipanggil oleh polisi untuk menjelaskan pernyataannya “Kitab Suci adalah fiksi” pada 16 April 2018 dalam acara ILC.

Saya sendiri tidak menonton acara itu dan tidak tahu Kitab Suci mana yang dimaksudkan oleh RG. Jika yang dimaksud oleh RG Kitab Suci itu adalah Alkitab, maka pernyataan RG tidak sepenuhnya keliru.

Bagi bagian terbesar orang Kristen Alkitab merupakan refleksi iman orang-orang atau tokoh-tokoh zaman dulu. Para penulis kitab-kitab pun tidak diketahui pasti. Namanya juga refleksi iman, maka bentuk tulisan atau karangan dalam Alkitab beaneka. Ada yang berbentuk puisi, hukum-hukum, surat-surat pastoral, narasi dalam berbagai ragam metafor, fabel, bahkan dongeng. Orang-orang Kristen ini pada umumnya tidak ambil pusing apakah Alkitab itu isinya fiksi dan dongeng. Bagi mereka Alkitab lewat tafsir gereja memberikan panduan moral bagaimana hidup di bawah terang Kristus.

Bagi bagian kecil orang Kristen (minoritas) namun bersuara kencang Alkitab merupakan firman Allah yang diilhami sepenuhnya oleh Allah. Bahkan gereja tertentu menuliskan pengakuan iman mereka terhadap Alkitab “Kami percaya bahwa Alkitab tidak bersalah dalam segala hal yang diajarkannya, termasuk hal-hal yang menyangkut sejarah dan ilmu.”

Kembali ke dongeng, bisakah diberikan contoh di dalam Alkitab? Begitulah pertanyaan yang mengusik pembaca pada status ini. Baiklah. Mari kita buka Kitab Kejadian pasal 3. Dikisahkan di sana ular merupakan binatang paling cerdik. Ular ini bisa berbicara. Ular ini yang menghasut Hawa. Baca dengan teliti ULAR. Tidak ada satu kata pun yang menulis “iblis”. Banyak pendeta yang dengan pongah menyebut ular itu jelmaan iblis. Warga jemaat pun terdoktrin. Ular ya ular. Narasi ini berjenis fabel termasuk sastra tua. Penulis pasal ini belum pernah berkenalan dengan lema iblis, karena orang-orang Israel Kuno baru mengenal lema iblis pada masa pembuangan di Babel.

Itu ‘kan di Alkitab Perjanjian Lama! Bagaimana di Alkitab Perjanjian Baru (PB)? Di Alkitab PB juga cukup banyak dongeng: dongeng tentang anak bungsu, dongeng tentang orang Samaria yang baik hati, dongeng tentang talenta, dongeng tentang pekerja kebun anggur, dslb. Siapa yang bilang ini semua bukan dongeng? Dongeng!

“Waduh, dongeng tenan tha, Mbah?”
“Iya, fiksi. Emang kenapa?”
“Anu…Mbah…”

Allah mahabesar dan mahabebas. Allah hadir di dalam ruang kerja kita, di toilet saat kita buang hajat, di ruang gereja ketika umat menyembah-Nya, di dalam makanan, nasi, ikan asin, teri, pete, tempoyak, empek-empek, batagor, tempe, tahu, minuman air sumur yang kita peroleh setiap hari, di dalam perjuangan orang-orang tertindas, dlsb. Allah tidak bisa dikurung di dalam Alkitab. Lewat metafor, puisi, dongeng Allah menyampaikan firman-Nya yang ampuh untuk menguatkan, menghibur, memberdayakan, dan membebaskan manusia.

Sumber : Status Facebook Efron Bayern

Friday, February 1, 2019 - 12:45
Kategori Rubrik: