Fiksi VS Fiktif

Ilustrasi

Oleh : Dongeng Katulistiwa

Mengagumkan betul dosen filsafat bergelar Prov dari universitas UI sewaktu menjadi narasumber di ILC, hingga membuai dan membuat kaum super sensitif tak sadarkan diri ketika sang Prov. Rocky Gerung membuat pernyataan bahwa kitab suci itu fiksi. - Si Kecoa bunting tiga bulan membuka opininya ditengah ramainya pasar malam sambil menawar kaos yang lagi ngetren -

Perdebatan fiksi vs fiktifpun seketika heboh menutupi aurat pencapresan Prabowo sebagai capres abadi negeri ini oleh dukungan partainya sendiri.
Pembelaan dari pendukung gerakan fiksi Indonesia bubar 2030 sangat spartan sekali dilakukan, khususnya Prov. Rocky Gerung.
Alasan pembelaan terhadap tesis dari sang Provpun turut berdatangan. 
Ada yang mengatakan bahwa kitab suci yang ada dimuka bumi ini memang fiksi, sebab itu merupakan suatu hal yang belum dan akan terjadi. Sementara fiktif itu jelas hal yang tidak benar, bohong atau seperti sinetron cinta fitri berjilid². (nyambung kagak sih)

"Loh, kalau begitu kita selama ini dibodohi sama kitab suci dong ? Karena alam raya beserta isinya selama ini ternyata hasil dari sebuah fiksi" - Si Lalat ijo botol kosong bertanya sambil mengernyitkan jidatnya yang gosong -

Kira² begitulah pemahaman dan cara berpikir yang membabi buta untuk membela junjungannya supaya masih terlihat sempurna dimata masyarakat.
Maka, jangan heran juga ketika mereka² itu membuat gerakan "Ganti Presiden 2019" tanpa menunjukan siapa tokohnya, dan hanya menampilkan profil kaos sebagai simbolnya. Karena memang pada dasarnya mereka itu kaum penghayal kelas kakap alias fiksioner akut yang gemar berhalusinasi seolah yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan itu paling benar adanya sesuai dengan kenyataan.
- Si Kecoa bunting empat bulan menjawab pertanyaan si Lalat ijo daun kelor sambil tetap memilah milih kaos mana yang bisa ditawar -

Fiksi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya), rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan atau pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran.
Sementara Fiktif yaitu memiliki sifat fiksi dan hanya terdapat dalam hayalan.

Jika mengikuti cara berpikir filsafat ala Prov Rocky Gerung maka tak ada gunanya lagi KBBI beserta isinya, lalu bagaimana pula nasib kitab suci yang dikatakan fiksi itu akan berlaku ? Kecuali jika Prov. Rocky membuat atau mengarang rujukan sendiri, misalnya KFFI (Kamus Filsafat Fiksi Indonesia).
- Si Cacing tanah bersertifikat tiba² muncul kepermukaan dan mengajukan pertanyaan -

Jadi kesimpulan perdebatan Fiksi vs Fiktif itu sebenarnya hanya omong kosong demi pesanan membela sebuah pembenaran. Yang pada akhirnya tidak mendidik alias menjerumuskan masyarakat ke pola pikir fiksi kaum atheis yang dari sananya sudah tak mempercayai Allah SWT Tuhan alam semesta beserta kitab sucinya.
- Si Kecoa bunting lima bulan menjelaskan kesimpulan opininya, dan batal membeli kaos fiksi yang lagi tren -

"Ehh.. Tunggu dulu, dari tadi nyebut² PROV itu gelar baru atau apa ?" - Tanya si Kuman belum mandi keheranan -

"Oh.. Itu kependekan dari PROVOKATOR..!!!" - Si Kecoa bunting enam bulan menjawab singkat lalu pergi meninggalkan tempat kejadian perkara -

DK

Sumber : Status Fanspage Dongeng Katulistiwa

Saturday, April 14, 2018 - 12:30
Kategori Rubrik: