Fenomena Hijrah

ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Beberapa waktu belakangan ini beta mengikuti dengan cukup dekat fenomena Hijrah. Banyak hal-hal yang menarik yang bisa diperoleh, walaupun polanya menunjukkan bahwa ini bukan sesuatu yang baru.

Fenomena Hijrah mampu mengkapitalisasi - secara ekonomi - orang-orang yang kehilangan kompas moral. Orang-orang tersebut direduksi rasa percaya dirinya, sehingga dia mempertanyakan tujuan hidupnya, baik selaku individu, maupun selaku makhluk sosial.

Dengan direduksinya rasa percaya diri, maka orang-orang tersebut kemudian dikapitalisasi dengan memanfaatkan simbol-simbol, yang secara psikologis dekat dengan alam bawah sadar dia.

Karena formula psikologis itu sudah ada, maka sangat gampang bagi pelaku Fenomena Hijrah untuk melakukan proses re-engineering terhadap orang-orang tersebut.

Itulah kenapa, Fenoman Hijrah itu menyasar orang-orang yang seiman, dan bukan mentargetkan orang-orang yang berbeda imannya. Ini adalah kompetisi intra-agama, dan bukan antar-agama.

Ini adalah fenomena ekonomi-politik, dengan fokus di ekonomi. Karena tujuannya adalah ekonomi, maka pelaku-pelaku ini akan berusaha untuk melakukan investasi politik, sepanjang itu menguntungkan mereka. Mereka tidak akan berinvestasi lebih pada politik, karena itu hanya akan merugikan mereka secara ekonomi.

Pada hakikatnya, para pelaku ini saling berkompetisi. Di saat ada pasar yang bisa dibagi, mereka akan saling bekerja sama, tapi masing-masing akan berupaya untuk menjadi lebih besar dari yang lain.

Beta cukup yakin bahwa ini hanya fenomena sesaat. Dia akan tergerus oleh fenomena lain yang punya konstruksi marketing yang jauh lebih baik, dan saat konsumen itu berubah 'point of reference'nya.

It's all about the money!

#IndonesiaTanahAirBeta

Sumber : Status Facebook Alto Luger

Friday, November 22, 2019 - 14:15
Kategori Rubrik: