Fenomena Atheist dan Agnostic Generasi Baru

ilustrasi

Oleh : Agung Baster

Baru2 ini jagat medsos youtube di hebohkan dengan pengakuan Reza arap yg menghapus nama Muhammad di depan namanya dan mengaku gak lagi percaya surga dan neraka alias mulai terang2an mengakui dirinya Atheist.

Tapi sebenarnya fenomena atheist dan agnostic di kalangan para celebritis dan generasi muda milineal sebenarnya fenomena yg memang terjadi pesat di seluruh dunia, selain Reza arap yg ngaku atheist, Serina Munaf juga seingat ane pernah ngaku agnostic.

Bahkan gak hanya Reza arap atau Serina Munaf, menurut Cendekiawan Al Azhar mesir Rabab Kamal dia bisa mengatakan ada lebih dari 866 orang atheis di universitas Al Azhar doang, padahal Al Azhar adalah universitas yg mencetak banyak ulama dan ustad sejak jaman dulu (pernyataan Rabab Kamal ini sebenarnya sebagai bantahan claim dari lembaga Dar al-Ifta yg mengclaim atheist di negara2 arab cuman sebesar 866 orang doang). Bahkan salah satu cendekiawan dan ulama kebanggan arab saudi, semacam Abdullah al-Qasemi yg dulunya sangat gigih belajar hadits, alquran, dan hukum2 syariah, akhirnya malah menjadi salah satu tokoh Atheist terkenal dari Arab saudi.

-------------------------------------------------------------------------

Sedangkan di Indonesia sendiri menurut Luthfi Assyaukanie yg merupakan seorang cendekiawan Islam sendiri pernah menyebutkan sebenarnya ada banyak golongan Atheist dan Agnostic di Indonesia ini tapi tidak mengakuinya, bahkan menurut pengamatan beliau ada beberapa tokoh islam yg sebenarnya sudah atheist tapi menjadi pemimpin2 di organisasi islam besar seperti NU dan Muhammadiyah ya walaupun mereka gak bakal mengakuinya terang2an.

Dan untuk masalah ada atheist dan agnostic yg berada di organisasi2 islam besar bahkan di lembaga2 pendidikan islam maupun di pesantren2, hal ini ane bisa mengamininya karena ane sendiri pernah menanyakan langsung kepada salah satu tokoh muda terkenal dari salah satu organisasi agama terbesar di indonesia ini tentang keyakinannya, dan dia menjawabnya "sebenarnya dia tidak lagi percaya yg namanya agama, tapi dia masih meyakini kemungkinan adanya tuhan (alias agnostic)" tapi tentunya dia gak bisa mengatakan hal itu terang2an karena status sosialnya yg sangat identik dengan keagamaan.

Atheist dan Agnostic sendiri ane rasa muncul bukan karena konspirasi Yahoodie atau Kafeer PKI seperti yg di yakini generasi tua korban cuci otak orba. Generasi atheist dan agnostic baru di Indonesia bermunculan justru karena kelakuan minus orang2 beragama sendiri :

1. seperti mereka membawa2 masalah agama ke urusan politik, bisnis sampai urusan selangkangan.

2. lalu kecamuk perang di timur tengah dan serangan teroris yg terus2an berlangsung (yg walaupun selalu saja di denial oleh generasi tua itu kelakuan orang gak beragama atau ziones, tapi tetep saja fakta aslinya para teroris dan jihadis yg menyebarkan teror dan terus2an berperang di timur tengah itu memang golongan kaum beragama fanatik),

3. selain itu dengan semakin mudahnya akses informasi melalui dunia maya atau internet hal itu semakin membuka cakrawala berfikir generasi muda ini yg jauh berbeda dengan generasi tua yg udah kadung kena cuci otak dan cuman kenalnya Informasi dari TVRI dan RRI doang, hari ini generasi muda bisa mencari tahu sendiri kebenaran suatu agama dan membandingkan sejarah real agama dengan ucapan2 manis para pemuka agama yg sering kali bertentangan dengan fakta sejarah dan ayat2 kitab suci sendiri.

4. Diskriminasi agama dan etnis dengan tendensi kebencian agama yg semakin menjadi2. Dimana hal ini membuat para generasi muda ini semakin muak dan malu dengan agama yg di anutnya karena bertentangan dan nilai2 kemanusia, keadilan, dan demokrasi.

5. Fakta real dimana negara2 yg cenderung sekuler dan liberal justru menjadi negara2 yg semakin maju ketimbang negara2 religius dan agamais yg justru semakin miskin, bodoh, dan berkonflik terus.

6. Kemunafikan dan kebejadan banyak tokoh2 agama.

-------------------------------------------------------------------------
Jadi pada akhirnya fenomena atheist dan agnostic di Indonesia walaupun dianggap gak ada, atau malah di propagandakan sebaliknya, dimana sering di sebutkan di media2 agamais klo "banyak atheist yg akhirnya memeluk agama karena mengetahui kebenaran agama anu, kebenaran agama ini, dll" tapi tetap saja fenomena atheist dan agnostic itu memang terjadi secara diam2 dan itu sekali lagi bukan karena Yahoodie2an atau PKI2an tapi justru karena kelakuan umat agama sendiri.

Atheist dan Agnostic sendiri hari ini lebih terlihat sebagai perlawan generasi muda yg melek informasi melawan generasi tua dan orang2 yg terdoktrin dan terdogma kuat yg justru membawa republik ini semakin bergerak mundur ke abad perunggu saat negara2 maju bergerak ke abad quantum.

Sumber : Status facebook Agung Baster

Monday, October 28, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: