Fanatisme Buta

ilustrasi

Oleh : Gayatri Muthari

Ciputat. Tangerang. Yogyakarta. Bekasi. Jawa Barat. Terus saja terjadi.. Perempuan PNS di Pasuruan kabarnya terpaksa berkerudung, atau semacam itu, termasuk yang bukan beragama Islam. Begitu pula anak-anak perempuan di Bengkulu di sekolah negeri tingkat dasar, kabarnya harus mengenakan pakaian seragam dengan kerudung – entah bagaimana dengan yang bukan beragama Islam dan apakah ini kewajiban secara formal atau semacam tuntutan sosial.

Saya yakin ini terjadi di mana-mana. Tuntutan sosial maupun formal dalam hal hijabisasi itu sangat memprihatinkan, Dan, aturan mengenai busana muslim, kemudian busana muslim diartikan pula bagi wanita itu berjilbab! Lagipula, sejak kapan busana memiliki agama dan bersyahadat? Semua ini sangat memprihatinkan.

Jika Anda adalah Muslim, dan Anda atau komunitas Anda – baik secara langsung maupun tidak langsung – menyebabkan perempuan yang tidak menganut Islam, maupun perempuan yang tidak menganut Islam versi Islam Anda dan komunitas Anda, dan menyebabkan anak-anak Muslimah dari sejak usia terlalu dini harus selalu mengenakan jilbab, dan akhirnya anak-anak perempuan dari latar belakang keagamaan apa pun tak punya pilihan lain selain berhijab:
Maka, Anda telah melakukan kejahatan kemanusiaan.

Hentikan omong kosong Anda soal tauhid dan hukum Allah mengenai model busana tertentu, abaya, hijab, dan semacamnya sebagai syariat Islam. Allah bukan Perancang Busana maupun Pengusaha Garmen, dan Islam bukan agama tekstil maupun bukan agama Neo-Asyur yang memelihara hukum adat Asyur 1200 SM tentang cara berbusana.

#PeduliVitaminD #dehijabisasi #deniqabisasi #dejilbabisasi #TauhidIalahSatuKemanusiaan

Sumber : Status Facebook Gayatri Muthari

Thursday, October 17, 2019 - 09:15
Kategori Rubrik: