Fanatik Agama dan Politik Itu Merusak

ilustrasi
Oleh : Agung Baster
Fanatik agama maupun fanatik politik itu cenderung membuat seseorang menuduh orang lain tanpa bukti
Selain kefanatikan beragama, kefanatikan politik juga sebenarnya sebuah toxic yg merusak nalar serta logika. Bedanya kefanatikan beragama di sebar oleh tokoh2 agama garis keras, kefanatikan politik di sebar oleh buzzer2 politik garis keras.
Contohnya seperti gambar di bawah ini, padahal masalah jatuhnya pesawat sriwijaya kmrn murni adalah masalah kecelakaan. Tapi ironisnya ada sebagian orang bebal yg menyalahkan jatuhnya pesawat sriwijaya kmrn pasti karena ulah pilotnya yg kadroen bahkan ada sebagian orang udah menuding peristiwa ini seperti tindakan terorisme (cuman karena pilotnya terlihat sangat islamis salafi). Padahal jelas2 KNKT sendiri saja sampai saat uni masih dalam penyelidikan dan belum mampu memberikan jawaban resmi apa penyebab pesawat ini jatuh, tapi kok sebagian netizen udah main tuduh kadroen dan terorisme saja.
Tudingan semacam ini sebenarnya sangat menyakitkan bagi keluarga korban selain itu juga sangat gak etis membawa prasangka buruk agama dan politik dalam sebuah musibah tanpa ada bukti yg jelas.
Ane sendiri gak akan segan2 menulis teroris islam klo memang terbukti jelas pelakunya teriak2 takbir, berafiliansi dengan kelompok teroris, dan memang sengaja nubrukin pesawatnya ke gedung pencakar langit karena pingin mati sahid. Tapi sebaliknya ane gak akan menulis teroris atau kadroen cuman karena seorang pilot berkopiah dan memiliki pandangan salafi yg kebetulan merupakan pilot yg mengemudikan sebuah pesawat naas.
Kita sering kali menuduh orang lain jelek cuman karena penampilannya merupakan "trademark" dari kelompok yg tidak kita sukai, tanpa ada bukti2 jelas orang tersebut melakukan perbuatan jelek.
Padahal semua agama seingat ane melarang dengan keras umatnya untuk memfitnah atau menuduh orang lain tanpa bukti jelas seperti :
“Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN”. Tuhan melarang orang mengucapkan fitnah karena itu adalah dosa yang dapat menghancurkan kehidupan orang lain." (Imamat 19:16)
"... Fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan ..." (QS. Al Baqarah: 191)
Sumber : Status facebook Agung Baster
Saturday, January 16, 2021 - 14:15
Kategori Rubrik: