Fakta Dan Dusta Reklamasi

ilustrasi

Oleh : Ely Kasih

Mengapa Ahok memutuskan untuk melanjutkan reklamasi teluk Jakarta?..

Karena memang tak bisa dibatalkan sebab ada dasar hukumnya. Dan penghentian reklamasi juga bisa membuat Jakarta tenggelam, karena tiap tahun permukaan tanah Jakarta turun 8-23 cm. Reklamasi ini sekaligus ini bisa mencegah banjir rob..

Jadi Ahok memilih untuk meneruskan & meminta kewajiban kompensasi sebesar 15% dari NJOP kepada pengembang. Hitung2an Ahok, jumlah nya sekitar 100 Trilyun untuk DKI..

Dan perlu dicatat, Ahok tak pernah minta kompensasi itu dalam bentuk uang cash. Untuk menghindari penyelewengan, dia minta dibuatkan infrastruktur senilai uang kompensasi itu & dinilai oleh badan appraisal independen..
.
Apa saja infrastruktur nya? Ada rusun, normalisasi sungai, pelebaran trotoar, membuat tanggul laut mencegah banjir dll..

Bayangkan jika dengan 345 milyar saja, Ahok bisa mendapat jalan layang Lingkar Semanggi, gratis hasil kompensasi KLB dari 1 anak perusahaan Jepang ( KLB = Koefisien Luas Bangunan, kompensasi atas penambahan tinggi bangunan dari batas yang telah ditetapkan). Akan banyak sekali yang bisa didapatkan jika kompensasi reklamasi itu dikelola secara transparan.

Waktu kampanye, nelayan pendukung Anies memprotes reklamasi karena konon membuat mereka kehilangan pekerjaan. Padahal di teluk Jakarta yang sudah kotor sekali, tak ada ikannya. Ahok akan menyiapkan 12.000 unit rusun untuk para nelayan..

Kesimpulannya, memang reklamasi harus diteruskan. Tapi pilihannya : diteruskan tanpa memberi keuntungan untuk DKI & warganya, atau diteruskan dengan kesepakatan yang menguntungkan warga DKI.. .
Transparan berapa & bagaimana tata cara kompensasinya, atau diteruskan dengan diam dibalik tirai tanpa ada yang tau apa kompensasinya dan untuk siapa?..

Tak mungkin Anies tak tau kenyataan ini saat kampanye. Tapi mengapa dia memakai isue “tolak reklamasi “ hanya untuk mendulang suara? Seolah berpihak pada yg lemah..

Bagaimana rencana Anies menyangkut kompensasi reklamasi? Akan transparankah? Dia masih enggan menjawab..

Jadi..
Siapa yang memberi fakta? Siapa yg berdusta? 
Silakan anda menilai sendiri..

Sumber : Status Facebook Ely Kasih

Sunday, June 30, 2019 - 11:15
Kategori Rubrik: